buku-mengalahkan-maut

Buku Mengalahkan Maut telah selesai saya susun pada permulaan April 2016, lalu di edit dan disusun untuk siap cetak, oleh Yulia , sekretaris saya. Tetapi dari April sampai bulan Juli editing itu tidak mengalami kemajuan juga. Tiba-tiba saya sadar, ini adalah sabotase dari pihak si iblis. Dia benci buku ini diterbitkan! Saya singgung hal itu di depan staff sekretariat kami di kantor, dan kemudian saya ajak Yulia berdoa di ruang doa. Saya berdoa kepada Roh Kudus, “Mari Roh Kudus bawa kami kepada seluruh kebenaran…dalam Nama Tuhan Yesus aku pisahkan roh yang menghalangi penerbitan buku Mengalahkan Maut ini…” dan dengan segera muncul satu roh anak laki-laki. Saya tanya dia: “Sejak kapan berada di dalam Yulia?” Dia jawab: “Sejak dia dilahirkan” Lalu: ”Benarkah kamu yang menghambat penerbitan buku ini?” Jawabnya: ”Iya”. Saya tanya lagi: “Kenapa?” dia bilang: “Aku benci buku itu!” Tapi setelah saya beritakan Injil, ia mau terima Tuhan Yesus dan pergi berdamai dengan Allah Bapa, Yulia kembali sadar.

 

Setelah itu, dalam dua hari pekerjaan editing itu telah selesai!yulia-web
Selanjutnya design gambar sampul oleh Lydia juga mengalami kelambatan. Dengan agak dipaksa terbitlah buku terbitan sementara, dengan huruf-huruf yang agak kecil, untuk dikirim ke Kupang dan setelah diperbaiki, di percetakan terjadi kesalahan-kesalahan lagi sehingga baru sungguh-sungguh terbit pada tanggal 20 Agustus, dikirim langsung ke Temanggung dan dibagi-bagikan ke Jogya, Solo dan Semarang. Belum pernah saya menerbitkan buku sesulit yang satu ini.

 

Sementara itu Yulia mengalami “kemerdekaan” sebagai perempuan murni, karena selama bertahun-tahun ia mengalami pertentangan terus di dalam jiwanya, karena ada roh laki-laki di dalam dirinya. Memang orang tuanya menginginkan dia menjadi anak laki-laki sebagai anak yang pertama. Jadi agak tom-boy, Yulia berperan seperti laki-laki, membela adik-adiknya, menjadi pemimpin dalam rumah tangganya, tapi ia berusaha keras menyembunyikan sifat-sifat cowok di dalam dirinya. Sekarang ia dengan bebas dan bahagia mengalir dan meng-expresi-kan dirinya sebagai perempuan, mengecat kuku-kukunya, berdandan seperti perempuan dengan wajar.