Si PERA (Banci) Menjadi DADAN Kembali

Hari Jum’at 16 Juni 2006 datang seorang waria alias bencong yang mengaku bernama Pera ke rumah saya di Bandung. Ia bersama seorang bencong lain, kebetulan jumpa dengan mbak Yuyun, salah seorang staf Revival yang sempat berbicara dengannya ketika ia sedang mengamen di sekitar Jl. Pasteur dibawah jembatan layang baru di Bandung. Pera dengan pakaian dan dandanan perempuan, ketika saya tanya, apa yang perlu saya lakukan baginya, menjawab bahwa ia sadar hidupnya sudah tak punya arah. Lalu saya terangkan dengan singkat bagaimana seseorang dapat menjadi waria.

Allah tak pernah mencipta seorang waria, kalau ia bikin laki-laki, ia bikin laki-laki 100% dan kalau Ia bikin perempuan, juga perempuan 100%. Karena kesalahan orang tuanya yang sejak di kandungan ibu, walau janin itu telah berbentuk laki-laki tetapi orang tuanya menginginkan anak perempuan, maka iblis mengambil kesempatan untuk menciptakan kekacauan dalam hidup bayi itu, dengan mengambil roh anak kecil perempuan yang sudah mati dan dimasukkan ke dalam tubuh bayi laki-laki itu, sehingga ketika lahir bayi itu memiliki 2 roh di dalam dirinya, roh laki-laki, pemilik sah tubuh itu, bersama satu roh perempuan yang tentu sudah lebih dewasa dari roh laki-laki itu, seperti terjadi dengan Pera. Nama laki-lakinya sebenarnya adalah Dadan. Ia kemudian berceritera bahwa ternyata ia dan kedua saudara perempuannya baru belakangan tahu bahwa mereka bukan anak dari ibu yang mengasuhnya dari kecil tetapi anak-anak angkat semua. Ayah dan ibu angkat ini telah meninggal dunia kedua-duanya.

Dari 1Kor 6:9-10 saya jelaskan bahwa orang sejenis dia tak akan memasuki surga, kecuali di tolong Tuhan Yesus, dibebaskan dari roh perempuan yang salah masuk ke dalam tubuhnya itu. Ia menangis dan dengan amat terbuka ia membuat keputusan untuk dibebaskan oleh Tuhan Yesus. Saya ajak ia berdoa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dan mengampuni orang tua yang melahirkannya, memberkati orang tua asuhnya dan menolak roh Pera, roh perempuan yang sudah mati itu. Segera saya mengusir roh perempuan itu keluar, ia menangis lalu menggeliat roboh. Saya klaim kembali hak pakai tubuhnya hanya bagi Dadan dan dikuduskan untuk Tuhan Yesus, dipakai bagi kepentingan Dia!  Tiba-tiba saya minta Roh Kudus menggerak-kan tangannya sendiri melepaskan semua atribut perempuan-nya. Maka ia mengambil sapu tangan perempuan dari sakunya dan menghapus semua make up di wajahnya, melepas anting-anting, gelang dan kalungnya, bahkan membuka baju perempuannya, lalu BH yang dipakainya. Wah, semacam striptease barangkali, tapi saya segera lari ke kamar saya mengambil baju kaus saya yang sudah tak terpakai untuk menutup tubuhnya.  Setelah itu ia bangkit berdiri dan menyembah di depan salib kayu yang tergantung di tembok. Selanjutnya semua roh bencong, gaya bencong,perbendaharaan bahasa bencong, maki-makian (dan ia mulai memaki-maki sambil menunjuk-nunjuk), roh percabulan, homo, kutuk-kutuk orang Sunda, roh dusta, bohong, pura-pura, rokok dengan semua bekas nikotin di dalam darah, mulut bibir, hidung paru-paru, (dan saya masukkan pula roh benci kepada rokok), juga semua najis di alat sex-nya, oral sex, tatoo di alis dan di lengannya, kutuk anak haram, roh suka menoleh kebelakang, stress dan semua protes kepada Tuhan akan keadaan dirinya, minder, roh-roh penuduh di hati nuraninya….. wah semua saja, dibersihkan total dari dirinya. Ketika ia sadar kembali, ia seperti orang bermimpi. Lalu kami isi dengan Firman tentang kelahiran baru dan Ciptaan Baru di dalam Kristus. Ketika ia hendak pulang saya berpesan agar ia mulai bekerja untuk Tuhan dengan memberitakan tentang Tuhan Yesus dan kuasanya yang mengubah dia, lalu pergi ke gereja yang kami sarankan. Ketika ia pulang ia menelepon mbak Yuyun, merasa bingung karena ia sekarang benci dan jijik melihat pakaian-pakaian perempuannya, ia buang itu semuanya, tapi kini ia tak punya pakaian lagi selain yang saya berikan hari itu. Juga ia tak suka / tak bisa lagi merokok. Ia juga berceritera bahwa semalam sebelum ke rumah saya di Cipaku Indah I-4 ia telah bermimpi berjumpa seorang berbaju putih yang amat terang dan menampar dia tiga kali. Ketika ia melihat saya pagi itu ia terkejut karena sayalah orang yang muncul dalam mimpinya itu.

Ah, ajaib, Tuhan menampakkan diri-Nya dalam rupa saya di dalam diri orang ini. Saya percaya ia adalah benih tentara Allah yang hendak dipakai untuk menyelamatkan banyak orang sejenis dia di kota ini, dan tak mustahil akan Tuhan pakai untuk ketempat-tempat yang lain. Puji Tuhan.

 

Andereas Samudera