Pada 1 July 2006 adalah awal dari aku bebas dari  roh orang mati. Awalnya adalah saya mengalami pegal-pegal di pundak dan itu cukup mengganggu saya, saya sudah coba-coba urut tapi tetap saja tak ada hasilnya.

 

Kebetulan di Batam ada seminar Pemuridan 6 yang diadakan oleh Team Revival dan di pimpin oleh EV Andereas Samudera. Dan ketika hari ke 4 pak Andereas ada singgung bahwa kalau kita ke kuburan dan pulang dari sana pasti roh-roh orang mati ada yang suka menempel di badan kita dan akhirnya kita akan mengalami pegal-pegal seperti ada yang menekan di sekitar pundak kita. Lalu saya teringat bahwa saya pernah ke kuburan sebulan lalu tepatnya awal bulan May 06.

dan saya lihat gejalanya berawal dari sana sampai saat seminar berlangsung. Setelah session seminar hari ke 4 itu  berakhir saya putuskan menemui pak Andereas dan menanyakan hal yang saya alami. Dan Ia menjawab, ya bisa jadi, tapi .karena waktu sudah larut malam, kemudian ia sarankan saya datang besok paginya karena selama di Batam pak Andereas buka bengkel rohani, pelayanan konseling.

 

NENEK SAKIT TELINGA

Lalu saya coba konseling dengan pak Andereas, saya mengajak isteri saya untuk menemani saya saat itu. Setelah konseling saya didoakan oleh pak Andereas. Dan kata isteri saya yang hadir saat itu selama didoakan saya mengalami manifestasi dengan berteriak teriak “ akit…akit…akit …. Suara yang terputus putus yang maksudnya saya mengerang sakit. Tapi anehnya suara yang keluar dari mulut saya berbeda dengan suara yang biasa didengar oleh isteri saya, dia katakan itu bukan suara papa. Tapi seperti suara wanita yang sudah tua. Mungkin saja suara nenek saya. Dan ketika saya berteriak teriak tangan saya menunjuk-nunjuk ke arah telinga. Memang kala itu saya dalam keadaan antara sadar dengan tidak. Tapi yang saya ingat bahwa ketika saya di doakan beberapa saat kemudian tubuh saya mengeras seperti ada sesuatu yang hendak keluar dari tubuh saya tapi saya tidak tahu apa itu, tangan saya mengeras dan kaku, juga jari-jari saya tidak bisa di gerakkan karena tiba-tiba kaku. Dan saya mengerang dalam keadaan setengah sadar. Saya sepertinya mengalami sakit pada bagian telinga, padahal saya tak pernah sakit telinga, dan kala itu telinga rasanya sakit sekali, saya mendengar ada orang yang mengatakan “saya bakar kamu dengan api, jika tak mau keluar dari tubuh ini” ternyata itu adalah ibu ratna yang saat itu membantu pak Andereas melayani mendoakan saya. Ketika doa itu dikatakan oleh bu Ratna,  lalu saya merasa ada sesuatu yang keluar dari telinga saya berbentuk cairan.

 

KESEPIAN MASA KANAK-KANAK

Setelah itu saya mendengar bu Ratna mengatakan ”Saya melihat seorang anak kecil duduk di pojok dengan sangat sedih seperti kesepian ditinggal orang tuanya.”  Rupanya bu Ratna mempunyai karunia marifat  melihat anak itu dalam roh sedang sedih. Dan saat itu tiba-tiba saya menangis meraung raung seperti anak kecil yang sangat kesedihan. Dan itu semua diluar kesadaran saya tapi saya tahu itu adalah roh kesedihan yang tertanam di hati saya selama ini. Setelah selesai doa pelepasan pak Andereas tanya “Apakah kamu dulu sering dikucilkan oleh orang tua di keluarga?” Saya ingat bahwa ketika saya kecil memang saya sering ditugaskan lebih banyak di rumah dan tidak boleh kemana mana sekalipun mereka ke rumah kerabat, saya tak pernah diajak dan selalu ditinggal di rumah sendiri. Saya fikir itu adalah hal yang biasa aja, tapi ternyata hati nurani saya menolak dan ingin juga rupanya diajak dan diperhatikan sama seperti kakak abang saya saat itu dan saya tak pernah menyadarinya tapi secara roh saya telah tertekan dan itu muncul semua ketika pelayanan pelepasan.

 

ROH KETAKUTAN

Saya baru tahu setelah pelayan pelepasan, semuanya terbongkar, seluruh akar kepahitan bahkan roh ketakutan pada bapak saya tertanam sejak kecil sampai saat saya didoakan pelayanan pelepasan. Saya sangat takut kepada bapak saya karena saya tak mau dipukul atau dimarahi. Saya sering dimarahi atau dipukul jika ketika bapak saya pulang kerja atau pulang dari suatu tempat dan saya tidak ada ditemui di rumah. Jadi sekalipun saya sedang dalam asyik bermain dengan teman tetapi jika tiba-tiba bapak saya pulang maka saya langsung secara otomatis berhenti bermain dan pulang segera ke rumah sebelum bapak saya sampai ke rumah. Perlu diketahui bahwa bapak saya seorang supir bus sekolah. Jadi saya tahu kalau bapak saya pulang saya sudah kenal sekali dengan deru mesin mobil yang dikendarainya (bus sekolah) dan bapak saya selalu kasih tanda klakson 100 meter sebelum sampai ke rumah. Jadi saya tahu bahwa bapak saya sudah pulang melalui deru mesin atau klakson yang dibunyikan. Perlu anda ketahui bahwa jarak rumah saya ke persimpangan hanya ± 100 meter dan tertutup oleh  persimpangan dan saya sering bermain tidak jauh dari rumah saya sehingga ketika bapak saya pulang saya sudah harus di rumah sebelum beliau sampai di rumah lebih dulu. Itu akibat ketakutan yang tertanam di hati saya. Dan itu rupanya suatu kepahitan. Lalu saya minta didoakan oleh pak Andereas untuk lepas dari roh ketakutan. Dan pak Andereas menguatkan saya bahwa Allah tak pernah memberikan roh ketakutan kepada anaknya tapi roh yang membangkitkan kekuatan kasih dan ketertiban (2 Tim 1:7)

Saya sudah tidak takut lagi kepada bapak saya karena saya sudah melepaskan pengampunan kepada bapak saya. Saya sudah bebas dari ketakutan terlebih kepada bapak saya yang selama ini menghantui saya.

Terimakasih Tuhan Yesus ajaib ! Yesuslah pelepas saya.

Semoga kesaksian ini jadi berkat bagi yang membacanya. Tuhan memberkati.

Saya akan bagikan lagi kesaksian berikutnya setelah saya mengikuti seminar Pemuridan 6 di Batam bulan lalu. saya sudah bisa mendengar suara Tuhan. Jika Tuhan berkenan saya akan kirim dengan segera.

 

Batam, 6 Juli 2006

BANGUN