Di bawah ini kesaksian ibu Betty di Jakarta yang sudah mendambakan anak selama 6 tahun pernikahannya dengan pak Henry. Penghalang demi penghalang dibersihkan tahap demi tahap, ternyata terutama kehadiran orang-orang mati telah menahan kehamilannya selama ini.

Ini pengalaman saya. Saya dan suami saya sudah menikah selama 6 tahun tapi belum diberi anak. Saya dan suami sudah pergi ke dokter dan ke sinshe tetapi tidak berhasil juga. Akhirnya saya diberi tahu oleh kakak ipar saya untuk datang kepada pak Andereas untuk didoakan. Saya datang untuk didoakan sebanyak lima kali.

 

Pada kunjungan yang pertama saya mengeluh bahwa kaki saya sering pegal. Segera pak Andereas berkata, kemungkinan kaki saya tidak sama panjang, yang kiri berbeda dengan yang kanan. Kaki saya dibandingkan panjangnya, benar yang sebelah lebih pendek dari yang lain. Ketika kaki saya didoakan, kaki yang pendek bergerak memanjang sampai sama, lalu rasa pegal itu langsung hilang. Selain itu saya didoakan pelayanan pelepasan dari kutuk kemandulan dan sebagainya.

Pada kunjungan kedua, saya didoakan pelepasan lagi dari kehawatiran, ketakutan, stress dan macam-macam tekanan batin dan sebagainya, membuat saya lebih lega lalu didoakan agar rahim saya menjadi subur.

Dalam kunjungan yang ke 3 saya melapor bahwa setelah didoakan pada kunjungan kedua itu ternyata mens saya menjadi tidak teratur. Dalam sebulan saya mens dua kali. Pak Andereas bertanya apakah saya mempunyai saudara yang meninggal. Saya ingat bahwa Mama saya pernah bercerita bahwa ada kakak saya yg keguguran pada waktu mama saya hamil 1 bulan. Lalu oleh pak Andereas didoakan agar arwah kakak saya itu tidak menempel lagi di dalam tubuh saya. Sesudah di doakan ada kelegaan di hati saya dan saya bisa tertawa lepas dan mau menari-nari.

Datang yang ke 5 pak Andereas menemukan bahwa roh mama mertua saya, yaitu mama dari suami saya juga ikut menempel di dalam tubuh saya. Sementara saya didoakan oleh pak Andereas, suami saya yang susah menangis ternyata menangis sedih. Ketika saya tanya suami saya mengapa ia menangis, dia bilang katanya sedih saja mengingat mamanya yang dahulu bunuh diri karena kesusahan hidupnya. Sesudah itu ternyata sebulan kemudian saya hamil. Sekarang anak saya sudah dua orang, kedua-duanya laki-laki.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan dan kepada pak Andereas. GBU

 

Jakarta 2 Juni 2009