Mazmur 8:1-10 Daud merenungkan apa yang dilakukan Allah dan ia menuliskannya dalam sebuah mazmur. Kemuliaan dan keagungan-Nya dinyanyikan, dari mulut bayi-bayi.

Mazmur 8:3, sejak masih bayi dan anak-anak yang kecil, di dalam mulut mereka sudah diberi nyanyian untuk mengagungkan nama Tuhan.

Allah memberi kemampuan kepada bayi-bayi dan anak-anak kecil untuk memuji-muji Allah sebagai dasar kekuatan untuk melawan dan membungkam musuh-musuh, untuk menghancurkan pamor si iblis, malaikat-malaikat yang dahulu kerjanya memuji-muji Allah, tetapi kemudian memberontak, ingin menyamai Allah dan ingin dipuji-puji,

maka mereka dibuang ke bumi menjadi Iblis, dan saat ini mulutnya bukan untuk memuji Allah, tetapi untuk menghasut, memfitnah, membunuh, merusak dan sebagainya. Allah membangkitkan manusia sebagai lawan si Iblis dan manusia dibuat menurut gambar dan rupa Allah untuk mempermalukan si iblis.

Matius 21:12-17, setelah Yesus membersihkan bait Allah supaya berfungsi sebagaimana mestinya dan kemudian Ia membuat mujizat-mujizat dan tanda-tanda ajaib, orang-orang yang berada di situ spontan mereka bersyukur dengan memuji-muji Allah mengagungkan dan mengelu-elukan Allah.

Tetapi tidak demikian dengan orang-orang farisi, hati mereka justru menjadi sangat marah dan mereka tidak suka. Zaman sekarang pun banyak orang-orang farisi, yang selalu sinis dan mencemooh bila terjadi tanda-tanda ajaib yang Tuhan lakukan melalui hamba-hamba-Nya

Apa yang Daud tuliskan dalam mazmurnya bahwa dari mulut bayi-bayi dan anak-anak Allah menaruh puji-pujian untuk membungkam musuh dan pendendam, ternyata dipakai oleh Tuhan Yesus untuk membungkam mulut orang-orang Farisi yang selalu mencemooh dan mencari kesalahan (Matius 21:16) Mulai dari anak-anak, kita orang-orang percaya di mulut kita diberi puji-pujian sebagai dasar melawan si Iblis dan roh-roh jahat. Kita gunakan mulut kita untuk memuji dan menyembah Allah, ekspresikan dengan sebebas-bebasnya, karena hal ini merupakan dasar kekuatan untuk membungkam musuh kita, setan-setan dan roh-roh jahat serta para pencemooh.

Apa yang Tuhan izinkan di RDSB, berupa mujizat Gold Dust dan Diamond Dust, dan pasti akan terjadi banyak mujizat yang lebih besar lagi, hal itu karena kita terus-menerus memuji dan menyembah Allah, sehingga kemuliaan Allah dinyatakan. Allah memberikan tanda-tanda ajaib berupa emas dan permata sebagai tanda kasih-Nya kepada kita orang-orang percaya, kekasih-kekasih-Nya, supaya ada sukacita, dan pujian bagi Allah yang lebih besar lagi.

Mazmur 8:4-9 Allah menjadikan manusia hampir sama seperti Allah, sedikit lebih rendah dari Allah dan dimahkotai kemuliaan dan hormat. Manusia dijadikan penguasa bumi dan segala binatang. Dahulu Allah memberikan otoritas kepada Adam dan Hawa sebagai allahnya bumi, penguasa bumi dan segala isinya.

Iblis merampas kekuasaan itu dari manusia, dia mau menjadi allahnya dunia dan ia berhasil sehingga manusia lebih rendah dari si iblis. Tetapi Yesus diutus ke dunia membebaskan manusia, Dia mati di kayu salib dan barangsiapa datang kepada Yesus, berbalik dan percaya dengan iman diberi Roh Allah sendiri ke dalam orang tersebut, sehingga sekarang menjadi sama derajatnya dengan Allah menjadi anak Allah. Orang yang percaya Tuhan Yesus dan dilahirkan baru mempunyai posisi sebagai allahnya bumi. Kita diberi Roh Kudus yang sama derajatnya dengan Allah, diberi otoritas atas bumi.

Sadari posisi kita sejak kita dilahirkan baru, kita dijadikan anak Allah, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, sebagai ahli waris, pemegang otoritas, kekuasaan tertinggi, memerintah bersama Yesus, apa yang Allah punya, milik kita pula, kita berhak memakai segala kuasa yang diberikan Allah, dan Allah sangat bersukacita bila kita memakai segala kuasa dan melakukan mujizat dan tanda ajaib sampai seluruh dunia melihat dan banyak orang memuliakan Allah. Allah melakukan mujizat dan tanda-tanda ajaib untuk membungkam si iblis.

1 Yohanes 5:3-5, sejak kita dilahirkan baru, kita mengalahkan dunia, sudah diangkat melebihi dunia. Untuk dapat melakukan hal itu dalam praktek yaitu dengan iman. Kita harus mengubah cara berpikir kita jangan dikuasai dunia. Kita harus bertumbuh dalam iman, apa yang kita ucapkan terjadi karena kita adalah penguasa bumi, segala kuasa yang di surga dan di bumi sudah diberikan kepada kita.

Matius 16:19 “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Kita sebagai anak Allah, ahli waris-Nya, kita diberi kunci untuk membuka segala kekayaan Allah Bapa, kita diberi kepercayaan. Kita harus belajar memakai kunci tersebut.

Wahyu 1:17b-18 “tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.”

Tuhan Yesus pemegang segala kunci maut dan kerajaan maut dan ketika kita mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam hati kita, maka kunci itu pun ikut masuk ke dalam kita, kita pun mempunyai otoritas untuk itu, oleh karena itu kita mempunyai kuasa untuk membangkitkan orang mati. Kita memegang otoritas sebagai anak Allah di tiga tempat yaitu : Kerajaan Sorga, di bumi dan di alam maut, karena kita sudah diberi kunci -kunci kerajaan surga, diberi kuasa atas bumi dan segala isinya dan kunci di alam maut.

Otoritas Allah sudah diberikan kepada kita, maka sadari kenyataan ini. Buang segala pikiran kelemahan dan hal-hal yang negatif, segera keluar dari situ kita ambil posisi kita sebagai anak Allah dan akui bahwa kita adalah penguasa dan memerintah atas bumi, memerintah di alam roh, baik kerajaan Sorga maupun di alam maut, akui ini setiap hari dihadapan Allah Bapa, kita ambil kembali posisi kita.

Kita katakan hal-hal yang besar, maka roh kita akan mengembang dan kita menang di dalam nama Yesus. Amin.

Renungan diambil dari khotbah.

19 November 2000

Ev. Andereas Samudera