Sebelum Tuhan Yesus, mengalami sengsara, dalam perjamuan malam, Ia menetapkan suatu ketetapan tentang perjamuan kudus, untuk mengingat kematian-Nya (Matius 26:26-29). Tuhan Yesus sering mengucapkan perkataan-perkataan yang tidak bisa dimengerti oleh banyak orang.

Matius 26:26 ……Yesus mengambil roti, mengucapkan berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata-kata; Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku,” ayat 27 & 28″…ia mengambil cawan mengucapkan syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua dari cawan ini. sebab inilah darahku,

darah yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa juga pada Yoh. 6:53-56 Ia berbicara tentang makan daging Anak manusia dan minum darah-Nya, yang membuat murid-murid-Nya meninggalkan-Nya, karena perkataan-Nya keras, mengetahui hal demikian, Yesus menjawab, seperti tertulis pada Yoh. 6:60-63. Setiap perkataan-perkataan Yesus adalah Roh, jadi yang dikatakan Yesus adalah bahasa di alam Roh, perkataan yang benar, karena yang di dunia ini kurang tepat, yang dialam Roh lebih riil. Nanti pada saat Anak Manusia naik ke tempat dari mana asal-Nya, Dia mempunyai tubuh Roh, jadi yang dimaksud Yesus roti adalah Tubuh-Nya, tubuh secara Roh, dengan demikian kita hidup secara Roh, benar-benar hidup. Setiap mendengar Firman, kita makan tubuh Yesus, masuk dalam jiwa, jiwa kita menjadi berkembang dan kuat. Minum darah Yesus ( Ibrani 9:11-14)

Ayat 11 tentang kemah pertemuan, tentang kemah pertemuan orang Israel membayangkan kemah buatan Musa yang di buat dengan tangan, pada waktu musa naik ke gunung, Allah memperlihatkan kemah suci di Surga, dibuatnya seperti yang ia lihat di alam roh itu. Sedang yang Yesus, kemah di alam Roh. Pada waktu Yesus disalibkan, darah-Nya tercurah di golgota, itu darah di alam materi, dibiarkan sebagai saksi di bumi. Sedangkan darah yang Ia bawa ke tahta Allah adalah darah di alam Roh, yang original dan masih ada sampai sekarang, untuk menghapus dosa manusia.

Darah yang Yesus maksud dalam perjamuan malam adalah darah dari alam Roh. Bila kita melakukan perjamuan kudus, yang penting apa yang kita ucapkan, itu yang terjadi dialam Roh, yang dialam materi yang kita minum tidak penting. Segala sesuatu tergantung apa yang kita ucapkan, harus sesuai dengan firman Allah, itu terjadi di alam Roh yang dibumi otomatis berubah sesuai dengan iman kita. Karena setiap benda di bumi adalah hanya gambar/ bayangan, sedangkan yang dialam roh adalah yang orisinal/yang asli. Pada waktu perjamuan Kudus, kita makan roti dan mengucapkan tubuh Kristus, kita menjadi satu dengan Kristus. Minum anggur yaitu darah Yesus, kita ditahirkan, dan segala sakit penyakit kita juga sembuh segalanya sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Dengan menghargai tubuh dan darah Kristus, kita melakukan perjamuan kudus dengan iman, kita bertumbuh dalam alam Roh.

 

Renungan diambil dari Khotbah
Ev. Andereas Samudera
4 Oktober 1998