Lukas 24:1-12 Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, ketika maria dari magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus datang ke kubur Yesus, mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu dan merekapun tidak menemukan mayat Yesus, sehingga ketiga perempuan itu termangu-mangu.

Tetapi tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka, dengan pakaian yang berkilau-kilau, dua orang itu adalah malaikat, malaikat itu mengatakan sesuatu yang sangat indah kepada mereka yaitu

“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, diantara orang mati ? Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hati yang ketiga”

Pada waktu Tuhan Yesus bangkit, Dia menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan oleh Allah Bapa. Yesus tidak ada diantara orang mati, karena Dia hidup, maka barang siapa yang mencari Yesus, jangan mencari-Nya diantara orang mati, Dia telah bangkit dan hidup. Kita orang-orang percaya yang mempercayai Yesus sebagai Allah yang hidup dan hidup didalam Dia, tidak ada alasan lagi untuk berbicara dalam bahasa orang mati, karena Yesus hidup dan Dia ada didalam kita, kita didalam Dia, maka kita memiliki dasar untuk berbicara perkara hidup, bukan perkara celaka, sakit penyakit, hutang, kemiskinan, ketakutan, kemalangan, pesimisme, tetapi optimis, selalu positif dan bahkan kreatif.

Apapun yang nampaknya mustahil, tidak masuk diakal, Bila kita memerlukannya, kita dapat menciptanya, karena bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kita sebagai orang-orang yang diberkati, dari mulut kita yang keluar adalah hal-hal yang positif dan optimis dan bahkan kita dapat berkreasi, menciptakan sesuatu yang kita perlukan. Kita harus mengubah perkataan berkat Allah menjadi berkat dalam alam nyata di hidup kita yaitu dengan kita mengucapkan nya serta mengakuinya berulang-ulang dan mempercayainya, maka berkat menjadi tercipta menjadi semacam urapan dalam hidup kita.

Segala sesuatu yang kita harapkan akan sangat mudah menjelma menjadi kenyataan bila kita mengakuinya dan mengucapkannya terus menerus dan lebih lagi bila kita dapat melihat di dalam imajinasi kita di alam roh. Bila kita memerlukan sesuatu dan butuh dukungan orang lain, dan keduanya harus sehati dan sepikir serta membayangkan dan mengucapkannya bersama-sama, maka akan lebih efektif dan apa yang kita minta itu segera terjadi.

Segala sesuatu terjadi karena apa yang kita pikirkan, banyak orang yang selalu memperkatakan hal-hal yang negatif dan pesimis. Hal itu menunjukkan bahwa orang tersebut, orang yang hidup dibawah kutuk dan mempunyai pikiran terkutuk, dan semakin diucapkan, suasana kutuk itu semakin kuat.

Dengan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, kita diberi sejuta alasan untuk menjadi orang yang selalu berbicara dan berpikir hal-hal positif dan kreatif, tidak perlu kita masuk dalam daerah pikiran yang negatif. Kita percaya bahwa Allah sangat mengasihi kita, sehingga Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, sehingga barangsiapa yang percaya kepada Dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Dan Yesus sendiri berkata, mintalah apa saja dan kamu akan menerimanya jikalau kamu tinggal didalam aku dan Firman-Ku tinggal didalam kamu. Yesus juga berkata, mintalah dalam nama-Ku maka kamu akan menerimanya karena Bapa mengasihimu, Tuhan Yesus mau supaya murid-murid-Nya datang menikmati kasih Allah Bapa secara langsung. Buang segala pikiran merasa tidak layak dihadapan Allah dan tentang cara berdoa yang bertele-tele dan harus menyentuh hati Allah lebih dahulu sebelum dikabulkan dan sebagainya. Yang penting kita menyadari sejak kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, kasih Allah itu tercurah langsung kepada kita. Kesadaran bahwa Allah mengasihi kita, membuat kita berani mendekati Dia.

Karena sejak kita sudah ditebus oleh darah Yesus dan sudah dibaptis dalam nama-Nya dan sudah bersatu dengan Dia, maka kita harus sungguh-sungguh menyadari keadaan bersama-sama dengan Yesus dan bahwa Yesus terlibat dalam seluruh segi kehidupan kita dan bahkan Dia mau memakai kita sebagai alat-Nya, yang perlu kita pikirkan hanya perkara-perkara yang positif dan kreatif karena kuasa kebangkitan-Nya, maka sekarang kita harus mempergunakan bahasa orang yang hidup dalam kasih. Kita ikut dibangkitkan bersama-sama dengan Dia. Roh Kudus yang akan menolong dan memampukan kita berpikir dan berbicara hal-hal yang positif dan kreatif. Amin

Ev. Andereas Samudera