Markus 6:56: Ke mana pun Ia pergi, ke desa–desa, ke kota–kota, atau ke kampung–kampung, orang meletakkan orang–orang sakit di pasar dan memohon kepada–Nya, supaya mereka diperkenankan menyentuh walaupun jumbai jubah–Nya saja. Semua orang yang menyentuh–Nya menjadi sembuh.
Yesus menjadi terang dunia dan Ia menjadi titik pengharapan bagi banyak orang, untuk memperoleh kesembuhan, kelepasan, pemulihan. Dan perjumpaan pribadi dengan Yesus, walaupun hanya menyentuh ujung jubah-Nya sajapun, orang memperoleh sesutau yang diharapkannya, karena dari Yesus memancar aliran air yang hidup, dari Yesus memancar hidup. Yesus mengalirkan sesuatu yang menghidupkan, sehingga orang yang sakit memperoleh kesembuhan. Kita orang-orang percaya ditentukan sebagai pembawa hidup-Nya Yesus, kita harus menyadari hal ini.
Yesus yang diam didalam hidup kita, Dia mau menggantikan seluruh sistem hidup kita menjadi seperti Kristus, sehingga orang yang menyentuh kita memperoleh sesutau yang positif, banyak orang yang membutuhkan orang yang dapat menjawab kebutuhan dan pengharapannya. Dibutuhkan banyak representative/wakil dari Yesus.
Bagi hamba-hamba Tuhan yang banyak melayani, akan sangat merasakan, betapa banyak orang yang membutuhkan pertolongan, begitu banyak orang mendambakan kesembuhan, mujizat dalam hidupnya. Oleh karena itu, kita harus menyadari dan menanggapi panggilan Tuhan untuk dapat menjawab pengharapan orang lain. Jangan kita menjadi orang yang tidak peduli pada oranglain, tidak pernah terbeban akan penderitaan dan teriakan orang yang membutuhkan pertolongan.
Karena Yesus memanggil kita, bukan hanya sebagai orang yang menerima berkat saja dan selalu ditolong dalam segala problem kita, Yesus memanggil kita untuk menjadi seperti Dia dan menjadi titik pengharapan bagi orang yang membutuhkan pertolongan, kita dipanggil menjadi wakil Kristus, pembawa kehadiran hidup Yesus, sebagai penjawab kebutuhan banyak orang. Didunia ini banyak orang yang terhilang, seperti dalam Lukas Pasal 15, dituliskan perumpamaan tentang domba yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang.
Ada 3 kategori manusia yang terhilang :
- Ada orang yang seperti Dirham yang hilang, Dirham tidka memberikan tanda apapun, diam saja, sehingga harus ada usaha yang keras dari siempunya untuk menemukannya, sebagai miliknya yang berharga. banyak orang-orang terhilang yang hanya diam saja, pasif, tidak ada usaha untuk kembali.
- Seperti Domba yang hilang, bila ada domba yang tidak mengikuti gembalanya dan tidak mendengar suara gembalanya, sehingga ia tersesat, akan sulit baginya untuk bersatu lagi dengan kawannannya dan gembalanya. tetapi ada usaha dari si domba sendiri untuk dapat bertemu dengan sang gembala, yaitu dengan teriakan suaranya supaya didengar oleh sigembala. Kedua belah pihak berusaha untuk bertemu lagi. Berusaha melakukan komunikasi.
- Tentang anak yang hilang, ini berbeda, sang anak sengaja meninggalkan ayahnya, sampai akhirnya dia mengalami kesengsaraan yang luarbiasa. Kukas 15:17, tetapi untunglah, anak itu menyadari keadaannya. Pada saat ia mulai menyadari keadaannya, ia mulai berpikir dan membuat keputusan untuk kembali kepada ayahnya, mengaku dosa serta meminta ampun. Ada dorongan dan usaha dari dalam dirinya untuk kembali dan sang ayah yang menunggu-nunggu, ketika berjumpa dengan anaknya, langsung menerima dan menyambut serta memulihkannya. Ada orang-orang terhilang yang menyadari keadaannya, sehingga mulai bangkit dan bertekad untuk dapat kembali berjumpa dengan Allah. Ada usaha dari dalam dirinya untuk keluar dari keadaan yang buruk, meskipun merasa tidak layak, berusaha dengan dorongan dari hatinya dan tekad yang kuat untuk mencari jalan kembali kepada Bapa. Orang tipe ini mau aktif, ada usaha dan kemauan dari dalam dirinya sendiri untuk kembali, dia menyadari keadaannya dan segera bangkit.
Berbeda dengan tipe dirham, orang seperti ini tidak menyadari keadaanya bahwa dia terhilang, ia diam saja seolah-olah tidak memerlukan Tuhan dalam hidupnya. Waktunya hanya digunakan untuk menikmati kesenangan dunia dan berfoya-foya. Orang seperti ini sangat pasif terhadap Tuhan. Harus ada usaha dari orang lain yang terbeban untuk dapat membawanya kembali kepada Tuhan. Harus ada usaha keras dan sungguh-sungguh untuk membawa orang-orang yang terhilang itu kembali kepada Tuhan. Kita seharusnya terbeban dan mau melakukan sesuatu untuk orang-orang terhilang yang sebenarnnya ada begitu banyak disekitar kita. Bawa mereka untuk kembali dan menemukan Tuhan.
Pada level manakah kita saat ini ? Apakah masih tergolong dalam salah satu tipe yang terhilang ? Atau sudah sebagai pencari yang terhilang untuk dibawa kembali kepada Tuhan ? mari kita mulai bangkit, jangan pasif, pada posisi manapun kita saat ini, harus mulai melakukan sesuatu yang positif, jadilah pelaku Firman, bukan hanya pendengar saja. Jadilah diri kita sebagai pencari yang terhilang dengan membawa kehadiran Kristus, sehingga setiap orang yang terhilang itu yang bertemu dengan kita (sebagai duta Kristus) dapat memperoleh jawaban.
Tingkatkan level roh dan iman kita makin tinggi, melalui persekutuan pribadi dengan Tuhan. Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus bukan berada diluar kita ! tetapi 3 Pribadi tersebut ada didalam kita, memnyatu dengan kita, oleh karena itu sadari dan akui keberadaannya dengan segala kuasa, kemuliaan dan urapan-Nya, maka roh kita menyala-nyala dan urapan didalam kita penuh. Jangan hanya sibuk dengan diri sendiri, tetapi jadilah jawaban bagi orang lain dengan membawa kehadiran Kristus yang disertai mujizat dan tanda-tanda ajaib. Amin
Renungan diambil dari khotbah
Ev. Andereas Samudera



Leave A Comment