Kolose 2:9-10 Di dalam Yesus Kristus berdiam secara jasmaniah seluruh ke-Allahan. Yang dimaksud dari Firman di atas adalah Allah adalah segala segala-galanya, Dia pencipta, Allah adalah semua di dalam segala sesuatu, dengan hikmat-Nya yang luar biasa yang tak terselami oleh manusia,
Dia memiliki kemuliaan dan kuasa yang luar biasa, Dia mempunyai segala kekuasaan dan otoritas maka Dia pulalah yang mempunyai segala rencana dari yang kecil-kecil sampai yang besar untuk hidup semua orang yang mendekat kepada-Nya. Semua hal ini yang ada pada Allah, ada pula di dalam Yesus. Karena yang ada di dalam Allah juga ada di dalam Yesus, maka Yesus setara dengan Allah.
Sejak Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan baik dan jahat, manusia jatuh ke dalam dosa di bawah cengkeraman si Iblis, Allah ingin mendamaikan kembali antara manusia dengan Allah, maka Allah mengutus Yesus ke dalam dunia. Yesus yang sebenarnya setara dengan Allah, Dia taat kepada Bapa, rela menanggalkan seluruh kepenuhan ke-Allah-an-Nya, Dia mengosongkan diri-Nya dan turun ke dunia sebagai manusia. Ketika Yesus turun ke dunia sebagai manusia, Dia sama persis dengan manusia, hanya Yesus tidak membawa dosa dan tidak berbuat dosa bahkan sejak dalam kandungan Maria, Dia tidak mempunyai dosa, karena dikandung dari Roh Kudus, benih ilahi yang ditaruh dalam rahim maria, Dia Anak Allah. Setelah menyelesaikan tugasnya dibumi, Yesus kembali kepada Bapa dan Ia mengenakan kembali kemuliaan-Nya yang dahulu Ia miliki dan seluruh kepenuhan ke-Allah-an-Nya, setelah itu Ia berkata dalam:
Wahyu 3:20, maka orang-orang yang mau membuka pintu hatinya, mengaku dosa dan dosanya diampuni, percaya kepada Dia dan mengundang Yesus masuk dalam hatinya.
Penghalang orang datang kepada Yesus dan mengundang Yesus masuk dalam hatinya adalah perasaan tidak layak karena ia orang berdosa, ini orang rendah diri. Atau orang yang sombong, ia merasa tidak memerlukan Tuhan dalam hidupnya dan tidak pula merasa perlu pengampunan dosa.
Orang yang rendah diri bukan orang yang rendah hati. Sejak kita percaya kepada Yesus dan mengundang Dia masuk dalam hati, maka Yesus dengan seluruh Ke-Allah-an-Nya tinggal di dalam kita, Kolose 2:10a (dan kamu telah dipenuhi dalam Dia). Orang yang percaya dan selalu menyadari posisinya bahwa Yesus dan seluruh kepenuhan ke-Allah-an-Nya sudah ada di dalam dirinya, ia dapat bertumbuh dengan sangat cepat. Oleh karena itu sadarilah sepenuhnya, selami sedalam-dalamnya, ketahui dan hayati bahwa seluruh kepenuhan ke-Allah-an yang sudah ada di dalam kita, itulah yang memerdekakan kita, memerdekakan kita dari sakit penyakit, masalah, kesulitan hidup, ketakutan, stress dan sebagainya. Orang yang sudah mengalami kelahiran baru, percaya Tuhan Yesus masuk dalam hatinya, orang ini sudah komplit, karena segala pertolongan Allah, sudah ada di dalam dirinya, belas kasihan Allah sudah diberikan kepadanya. Oleh karena itu bila kita berdoa, jangan terus meminta-minta, tetapi kita harus selektif, hal apa yang perlu diminta. Dalam hal ini yang perlu diminta kepada Allah adalah roh hikmat dan wahyu untuk mengetahui apa yang Allah taruh di dalam kita. Dengan demikian kita dapat mengerti pernyataan Roh, apa yang dikehendaki Allah dalam hidup kita, sehingga kita tidak mereka-reka sendiri. Dengan kita mengetahui kebenaran tentang segala harta kekayaan rohani yang Tuhan berikan kepada kita, kita menjadi merdeka dari segala belenggu masalah dan kesulitan. Sebenarnya sebagian besar jawaban dari doa-doa kita, sudah ada di dalam kita.
Bagian kita hanya mempercayainya, mengakuinya dan mengambil dengan iman. Iblis tentu saja tidak tinggal diam, ia menghalang-halangi orang percaya untuk mengetahui segala pengetahuan itu. Iblis berusaha supaya tipu muslihatnya dan segala perbuatannya tidak ditelanjangi. Iblis menutup-nutupi pikiran dan hati anak-anak Allah tentang segala pengetahuan ini yaitu kekayaan Allah yang sudah ada pada kita, dengan segala caranya, antara lain doktrin pengajaran yang membuat orang rendah diri, sehingga orang tersebut menjadi lemah dan merasa Tuhan dengan segala berkatnya itu jauh dari kita, sehingga kita harus meminta-minta.
1 Korintus 2:12 ” Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.”
Ketika kita mengundang Tuhan Yesus masuk dalam hati, Allah memberikan pula Roh Kudus dalam hati kita. Dan Roh Kuduslah yang mengajar dan menuntun kita mempergunakan dan mengetahui segala kekayaan dan kepenuhan Ke-Allah-an yang sudah diberikan kepada kita.
Sadari dan hayati serta akui bahwa Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus sudah ada di dalam kita dengan segala kekayaan dan kepenuhan ke-Allah-an-Nya, maka kita dimerdekakan dan hidup berkemenangan.
Amin.
Renungan Diambil Dari Khotbah
Ev. Andereas Samudera
22 Oktober 2000



Leave A Comment