PANGGILAN PERTAMA

Bagi mereka yang letih lesu, dan berbeban berat, panggilan Juruselamat ini menawarkan kelegaan.

Matius 11:28 Marilah kepada–Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada–Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban–Ku pun ringan.”

Bila seseorang memberi respon sepantasnya, ia pasti merasakan kelegaan karena beban yang membuatnya letih diangkat oleh Tuhan. Kalau Ia memberi respon lebih lanjut, maka ia akan merasakan ketenangan atau damai sejahtera, sesuatu yang lebih dari sekedar kelegaan. Yakni mereka yang mau belajar dari Tuhan Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Mereka yang tidak memberi respon terhadap ajakan belajar dari Dia, tentu tak merasakan lebih lagi dari sekedar kelegaan. Jadi ada dua tahap atau level pengalaman pribadi seseorang dengan Tuhan Yesus, tergantung respon mereka terhadap panggilan-Nya.

Sekarang, mereka yang memenuhi panggilan level pertama itu dan mau belajar kepada Tuhan Yesus, kita tahu bahwa ia mulai mengasihi Tuhan Yesus karena mau mendengar dan datang memenuhi panggilan Juruselamat. Menurut Roma 8:28 orang ini termasuk orang yang terpanggil dan dipilih oleh-Nya, dan ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan Dia.

Roma 8:28 Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih–Nya dari semula, mereka juga ditentukan–Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambar Anak–Nya, supaya Ia, Anak–Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Mereka yang ditentukan–Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil–Nya. Mereka yang dipanggil–Nya, mereka itu juga dibenarkan–Nya. Mereka yang dibenarkan–Nya, mereka itu juga dimuliakan–Nya.

PANGGILAN KEDUA

Tetapi setelah orang itu termasuk dalam bilangan yang ditentukan menjadi serupa dengan Dia, masih lagi dipanggil-Nya (ini panggilan tingkat kedua) untuk dibenarkan-Nya dan yang dibenarkan-Nya akan juga dimuliakan-Nya.

Jadi sekali lagi, panggilan pertama adalah panggilan bagi mereka yang letih lesu, panggilan kedua adalah panggilan bagi mereka yang mulai mengasihi Dia untuk masuk ke dalam proses untuk dibenarkan, dibenahi, dikoreksi dalam rangka menaikkan levelnya lagi hingga pantas untuk dimuliakan oleh Tuhan.

Barangsiapa memberi respon dengan sepantasnya dalam panggilan yang kedua ini baru akan mengalami pembenaran. Siapa orang yang terpanggil pada level ini? Jelas hanya orang yang memberi respon terhadap ajakan Tuhan untuk memikul salib dan menyangkal dirinya setiap hari dan mengikut Dia.

Matius 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi–Ku.

Bagaimana mereka yang pada level ini tak memberi respon dengan benar? Jelas mereka tak mengalami proses pembenaran atau proses dibenahi oleh Roh Kudus. Dengan kata lain golongan ini adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan dan mungkin setia tetapi tetap hidup pada level kedagingan terus, yakni mereka yang suka melayani Tuhan tetapi menurut pikiran dan rancangan-rancangan mereka sendiri, bukan dengar-dengaran akan perintah-perintah Tuhan setiap hari. Ini golongan orang Kristen yang suka bikin acara-acara Kristen dengan niat mengabarkan Injil atau memenangkan jiwa-jiwa tetapi menurut planning atau metode sendiri, tanpa peduli apakah benar Tuhan yang menyuruh atau tidak, tetapi akhirnya meminta Tuhan memberkati usaha mereka, atau Tuhan menyertai acara mereka.

Saya rasa, orang Kristen macam begini adalah mayoritas dalam kalangan kekristenan. Mereka mulai dengan iman kepada Juruselamat, lalu meneruskannya dengan daging mereka, tak mendengar lagi panggilan level kedua ini. Mereka mulai sibuk melayani ke sana ke mari seperti Marta, tetapi tak punya waktu untuk duduk di kaki Tuhan seperti Maria. Orang-orang seperti ini mengaku dirinya Kristen tetapi tidak mau dengar lagi apa yang menjadi maksud Tuhan sebenarnya tetapi memakai konsep-konsep mereka sendiri, dan merasa sudah melayani Tuhan dengan segenap pikiran, segenap hati dan kekuatan mereka. Kekuatan apa? Kekuatan daging dan otak mereka sendiri!

Cara hidup seperti ini adalah hidup Kristen yang kedagingan, yakni cara hidup yang: setelah pengakuan iman tentang darah Tuhan Yesus dan kemudian memberi diri dibaptis dan kemudian terjun ke dalam banyak-banyak kegiatan Kristiani, tetapi tak pernah mendengar suara sang Gembala. Apakah Anda hidup dipimpin oleh daging Anda terus atau dipimpin oleh Roh? Kalau dipimpin Roh artinya harus dengar suara-Nya di dalam hati nurani Anda.

Roma 8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

SABATTICAL 11 BULAN

Setelah mengalami pertumbuhan yang cukup lama akhirnya saya menjadi hamba Tuhan sepenuh waktu sejak 1988. Sebelum itu perkenalan dengan kuasa Roh Kudus terjadi sejak datangnya hamba Tuhan Ev. Charles Doss dari Amerika yang memberikan urapan Roh Kudus kepada saya, pada tahun 1985. Sejak itu bertubi-tubi Tuhan mengirim hamba-hamba-Nya yang penuh dengan urapan roh Kudus dengan berbagai karunia-karunia Roh Kudus. Setiap perjumpaan dengan hamba-hamba Tuhan ini saya menerima berbagai urapan baru.

Tak lama kemudian saya membentuk team Revival dan mengadakan berbagai seminar dan kursus di sekitar Indonesia bahkan keluar negeri, disertai dengan manifestasi-manifestasi kuasa Roh Kudus yang dahsyat. Tetapi pada suatu saat saya seperti dijebak dan harus berhenti melayani umum untuk memasuki masa sabbatical yang panjang.

Selama Tuhan mengurung saya dalam masa sabbatical 11 bulan, dari Juni 2004 hingga Maret 2005, Tuhan membukakan rahasia terbesar yang sering diabaikan oleh orang Kristen, yakni masalah sifat kedagingan manusia.

Roh Kudus mulai dengan berkata bahwa pelayanan saya selama ini tak ada hasilnya sama sekali. Saya menjadi marah dan tak bisa terima. Saya merasa telah bekerja keras untuk Tuhan bertahun-tahun dan telah menghasilkan puluhan ribu “murid” di mana-mana di seluruh Indonesia bahkan juga di luar negeri. Namun Roh Kudus berkata bahwa hanya pekerjaan-pekerjaan yang diperintahkan oleh Tuhan saja yang mempunyai nilai di mata Tuhan. Selama ini hasil pekerjaan saya nihil di mata Tuhan!

 

YANG MENAHAN SESEORANG UNTUK MASUK SORGA

Kita selama ini selalu berpikir bahwa hanya orang yang suci dari dosa yang akan selamat memasuki sorga. Jadi dengan iman jika kita mengakui darah Tuhan Yesus sebagai penghapus dosa kita, kita beroleh keselamatan itu. Keselamatan ternyata tidak sesederhana seperti itu. Perkara dosa sudah diselesaikan sendiri oleh Allah dengan jalan menggantung Anak-Nya di kayu salib dua ribu tahun yang lalu. Jadi masalah dosa memang sudah beres, tinggal kita mau mengakuinya dengan iman saja, dosa kita di ampuni olah Allah.

Namun ada satu hal lain yang masih membuat kita tidak bisa masuk ke sorga! Segala sesuatu yang berasal dari kedagingan selalu ditolak Allah. Ia tak menerima sedikitpun segala sesuatu yang berasal dari daging manusia. Jadi manusia yang masih kedagingan, walaupun sudah dilahirkan baru rohnya, ia tak bisa masuk surga dengan begitu saja. Pada waktu pengangkatan orang percaya (rapture) hal-hal kedagingan itu membuat ia berat ke dunia dan tak terangkat ke angkasa berjumpa dengan Tuhan. (1 Tes 4:17), atau sebelum itu bila Anda meninggal dunia, roh Anda tak bisa dibawa juga oleh malaikat langsung ke pangkuan Abraham seperti Lazarus karena berat ke dunia. Artinya arwah Anda masih akan gentayangan di muka bumi ini, sampai hari penghakiman kelak.

Lalu semua pekerjaan orang percaya kelak masih akan diuji pula dengan api dalam penghakiman itu. Yang pekerjaannya bersumber dari ide, pikiran, rancangan yang berasal dari daging manusia, walaupun nampaknya besar sekali hasilnya, akan habis diuji dengan api, walaupun mungkin orangnya sendiri akan selamat.

1 Korintus 3:13 sekali kelak pekerjaan masing–masing orang akan tampak, karena hari Tuhan akan menyatakannya. Sebab hari itu akan tampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing–masing orang, akan diuji oleh api itu. 14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian; ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Pada prinsipnya Ia tak mau seorangpun kelak bermegah atas perbuatannya secara daging, atau menyombongkan dirinya sendiri di hadapan Allah.

Efesus 2:8 Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri.

Segala sesuatu harus dari Dia oleh Dia dan untuk Dia. Kita tak punya hak untuk mengklaim apapun di hadapan Dia.

Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama–lamanya! Amin.

Kita hanya dapat berkata: “Aku hanya seorang hamba yang tidak berguna”

Luk 17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami hamba–hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.”

BAJU GOMBAL ATAU LENAN HALUS?

Perhatikan dalam cerita di bawah ini, banyak orang dipanggil masuk ke dalam pesta di sorga, dan mereka berbondong-bondong datang dan duduk di meja perjamuan. Namun sebagian akan dikeluarkan lagi ke tempat kertak gigi karena tak memakai baju pesta.

Matius 22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. 13 Lalu kata raja itu kepada hamba–hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. 14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Baju pesta!  Lenan halus! Bukan baju gombal asli seperti yang mereka miliki selama ini lalu dipakai untuk pesta. Siapa yang menyediakan baju pesta itu? Tuan rumah! Baju adalah gambar dari perbuatan-perbuatan mereka. Perbuatan-perbuatan dari daging Anda adalah baju gombal, tak layak pakai untuk menghadiri pesta itu, harus berpakaian perbuatan-perbuatan Dia saja!

Wahyu 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak–sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin–Nya telah siap sedia. 8 Kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau–kilauan dan putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan–perbuatan yang benar dari orang–orang kudus.)

 

TATKALA TUHAN BERTERUS TERANG

Hati-hati sekali, sekarang ini Tuhan tidak berterusterang dalam banyak hal. Banyak sekali yang kita lakukan kita anggap sudah benar atau setidak-tidaknya “lumayan” dalam hidup kita dalam hal mengikut Tuhan, akhirnya kelak amat terkejut ketika Tuhan mulai berbicara terus terang! Kapan? Akhir zaman, dimana tak ada kesempatan lagi sedikitpun untuk mengkoreksi kesalahan-kesalahan Anda!

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada–Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa–Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada–Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama–Mu, dan mengusir setan demi nama–Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama–Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada–Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Dahulu ayat ini selalu menjadi pertanyaan bagi saya, siapa yang Tuhan maksud dengan orang-orang yang akan ditolak ini? “Kristen KTP”, orang-orang yang hanya bisa berkata: Tuhan. Kehendak-Mu saja jadilah, padahal tak tahu persis apa itu kehendak Tuhan?, orang-orang dari denominasi gereja-gereja yang sudah kaku dan kolot?

Dalam masa sabbatical itulah Tuhan menunjukkan dengan jelas kepada saya, bahwa itu adalah semua hamba Tuhan yang melakukan banyak kegiatan namun sumbernya dari daging mereka, dari usaha dan kekuatan mereka sendiri.

Dan tokoh yang terutama adalah saya sendiri! Banyak tenaga dan waktu saya curahkan, pergi ke sana dan ke mari, mendoakan orang sakit dan mengusir setan-setan dan roh-roh orang mati, tetapi berdasarkan dorongan hati sendiri, bukan berdasarkan instruksi dari Dia. Saya mengikuti arus “permintaan pasar”. Kalau dibutuhkan di sini saya ke sini, dibutuhkan di sana saya ke sana. Tidak tanya Tuhan dahulu apa kemauan Dia yang sebenarnya. Saya memakai segala fasilitas rohani, karunia-karunia Roh dan urapan-urapan ilahi yang Tuhan beri, semau hati saya sendiri, tak pernah minta pendapat atau petunjuk Dia lagi, karena saya beranggapan selama saya punya urapan Allah, dan ketika saya pakai itu dengan berhasil, itu tandanya Tuhan berkenan hadir dan itu tandanya bahwa Ia menyertai saya!

Kelak pada hari terakhir orang-orang seperti saya yang akan berkata: “Bukankah kami bernubuat demi nama–Mu, dan mengusir setan demi nama–Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama–Mu …..” Kata kami itu yang menunjukkan dengan jelas mengapa Dia akan menolak Anda. Tandanya si “kami” selama ini masih hidup terus, belum digantung di kayu salib!

 

KEHILANGAN NYAWA

Dari tiga unsur dalam hidup manusia: roh, jiwa dan tubuh, ada satu unsur lain yang disebut “nyawa”. Sebenarnya apakah nyawa itu?

Boleh saya gambarkan dengan pertolongan sebuah unit komputer. Ditengah-tengah komputer ada processor(Pentium III, Pentium IV dsb.) Itu gambaran roh seseorang. Ia pusat segala sesuatu dalam unit komputer itu. Lalu disamping itu ada perangkat-perangkat keras lain seperti power supply, memori, modem, VGA card, serial port, parallel port, bluetooth, dan beberapa input/output yang diperlukan. Itu adalah gambaran jiwa seseorang, Sebuah kotak logam, atau plastik membungkus semua unit itu. Kotak itu gambar dari tubuh daging kita. Tetapi masih satu lagi diperlukan agar komputer bekerja dengan baik, yakni perangkat lunaknya (software), atau program komputer. Itulah nyawa dalam diri manusia. Dalam software ada rencana-rencana, logika, keputusan-keputusan, algoritma, kaidah-kaidah tertentu yang dioperasikan menurut pembuat programnya. Di dalam nyawa manusia ada keinginan-keinginan, cita-cita, mimpi-mimpi, rencana-rencana dan rekayasa, motivasi, norma, adat, tradisi, ilmu pengetahuan dunia dan sebagainya. Nyawa ada di dalam darah seseorang. Kalau darahnya tertumpah, hilanglah nyawanya. Sejak itu roh dan jiwanya keluar dari tubuhnya karena tubuh itu tak bernyawa lagi, Lalu ia gentayangan di muka bumi ini, biasanya hanya berkeliaran di sekitar tempat terakhir ia meninggal, di rumahnya atau di tempat ia mati kecelakaan atau dibunuh orang. Lalu ia tinggal mengulang-ulang kebiasaan lama yang telah terekam di dalam memorinya saja, tidak kreatif lagi, tidak mengarang gagasan baru. Yang dahulu mati sebagai seorang tukang berzinah, biasanya memasuki tubuh seseorang untuk di “pinjam” untuk berzinah lagi.

Sejak manusia memakan buah pengetahuan baik dan jahat, mereka putus hubungan dengan Tuhan mereka. Terpaksa manusia harus berpikir sendiri. Dan karena dunia kena kutuk, juga manusianya kena kutuk, maka manusia harus memakai otaknya untuk dapat bertahan hidup di dunia ini. Yang pandai-pandai memakai otaknya dengan banyak belajar di sekolah atau baca buku-buku, akan lebih mudah mengatasi kutuk itu dari pada mereka yang bodoh. Tetapi ini telah mengembangkan sebuah kumpulan cara berpikir, motivasi, rancangan-rancangan, sifat-sifat yang membentuk nyawa manusia itu. Nyawa ini sifatnya egois, atau segala sesuatu berpusat kepada dagingnya sendiri. Ini yang tak disukai Allah Bapa. Kalau mau masuk sorga, nyawa ini harus dimusnahkan atau tidak diaktifkan lagi selama-lamanya. Dengan pertolongan Roh Kudus nyawa itu digantung di kayu salib masing-masing.

Lukas 17:33  Siapa saja yang berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.

Sebagai gantinya Tuhan akan memberikan nyawa-Nya sendiri di dalam kita. Bagaimana nyawa Tuhan Yesus dapat ditransfer ke dalam kita? Melalui “makan” Yesus setiap hari. Yakni dengan mendengarkan Dia berbicara setiap hari dan mengganti pikiran, pengertian, keinginan, cita-cita juga karakter kita dengan punya Dia!

 

OTAK TIDAK DICIPTAKAN UNTUK BERPIKIR SENDIRI

Semula otak manusia tidak di desain untuk berpikir sendiri, melainkan hanya untuk mampu mengerti instruksi dari Tuhan untuk dilaksanakan di bumi. Boleh sekali lagi saya gambarkan dengan sistem komputer di sebuahsupermarket. Contohnya supermarket seperti Carefour, di tiap pintu keluar ada banyak sekali unit-unit POS (Point of Sale). POS adalah sebuah unit komputer kecil yang terhubung dengan komputer induk atau main frame computer di kantor Carefour. yang mencatat barang-barang belanjaan para pembeli, menghitung berapa yang harus dibayar dan mencatat pembayaran itu, mencetak tanda terima bagi pembeli. Selanjutnya data itu dikirim kepada komputer induk, yang mengumpulkan semua data dari sekitar 50 unit POS, mengolah data stok barang-barang, mencatat uang yang masuk dan memeriksa berapa persen barang habis dan memberi tahu petugas untuk mulai memesan barang-barang yang sudah hampir habis.

Komputer induk itu adalah gambaran Allah Bapa sendiri. Anda hanya sebuah POS saja. Ia yang mau berpikir, merencana, lalu memberi instruksi-instruksi kepada Anda untuk dikerjakan. Otak Anda hanya untuk mengerti perintah-perintahnya itu dan mengerjakannya. Nanti dalam prakteknya Dia juga yang mau bekerja di dalam diri Anda. Dengan setiap orang bekerja dalam ketaatan kepada perintah-perintah-Nya, Ia menggabungkan semua orang untuk mengerjakan karya besar-besaran di alam semesta ini, untuk kemuliaan nama-Nya juga.

 

PENGLIHATAN PDT. ALEX IRANATA

Banyak kali saya membaca kesaksian hamba-hamba Tuhan yang rohnya diajak Tuhan keluar dari tubuhnya dan berjalan-jalan ke alam maut atau bahkan ke neraka. Banyak dari mereka melihat bahwa di neraka banyak pendeta dibuang ke sana. Salah satu kesaksian ini dialami oleh Pdt. Alex Iranata empat bulan sebelum beliau meninggal dunia tanggal 13 Juli 2004 yang lalu.

Saya kenal beliau sebelum ia menjadi penginjil. Ketika Pdt. Win Worley datang pertama kali ke Indonesia saya melihat suami isteri itu di “bongkar habis” oleh kuasa Roh Kudus di gedung pertemuan Polisi Lalu Lintas di Jl. Mt Haryono. Ketika ia menjadi ketua panitia KKR Benny Hin, ia mendudukkan saya di bangku paling depan, di sebelah Pdt HL Senduk, ketua umum GBI.  Kemudian ia pernah datang ke rumah saya pada suatu hari ketika tubuhnya kurus sekali (berat badan hanya 45 kg dan gulanya 600 waktu itu, kata ibu Diana, isterinya) terkena sakit gula dan ia meminta saya mendoakannya. Sesudah itu sekali lagi bertemu di gedung Metropolitan II ketika saya mengadakan KPP dan keadaannya sudah amat membaik, tetapi minta didoakan untuk kesembuhan yang sempurna sekali lagi. Ia seorang yang rendah hati.

Ia melihat penglihatan tentang neraka yang mengerikan ketika sedang berbaring di rumah sakit di Singapura. Di sana ia melihat banyak pendeta dan tokoh-tokoh Full Gospel serta para penyumbang-penyumbang dana yang kuat untuk pelayanan Injil, dibakar di api neraka! (baca kesaksiannya di folder Kesaksian)

Sekarang saya tahu, mengapa hamba-hamba Tuhan itu di buang ke sana oleh Tuhan. Mereka banyak berbuat segala bentuk pelayanan buat Tuhan! Siapa yang melakukannya? Dengan keinginan dan kekuatan siapa? Keinginan daging mereka dan kekuatan manusiawi mereka sendiri, walaupun disertai dengan urapan-urapan kuasa Roh Kudus! Ini tak boleh! Segala sesuatu harus berasal dari Dia dan oleh Dia sendiri, untuk kemuliaan Dia! Dia yang mau hidup dan berperan sepenuhnya di dalam kita, Dia yang membuat rencana-rencana, Dia juga yang mau bekerja, kita hanya dijadikan sahabat yang mendampingi Dia sambil menyaksikan Dia bekerja. Bagian kita hanya mendengar Dia berkata-kata dan mengikut saja! Lebih dari itu pasti keluar dari daging kita sendiri dan itu tak berkenan kepada Allah sama sekali.

Saya termasuk salah satu tokoh yang akan terbuang ke sana juga, tetapi anugerah-Nya telah menyelamatkan saya dan Ia telah mengkoreksi saya selama sabbatical yang lalu. Kini saya belajar benar-benar berjalan dipimpin oleh Roh Kudus. Tak berani lagi berjalan dengan keinginan dan rencana-rencana sendiri! Haleluya!

 

15 Februari 2006

Ev. Andereas Samudera