JUBAH TUHAN DIUNDI

Pada suatu saat, saya bertanya kepada Bapa, apa yang saya harus beritakan kepada jemaat, dan Dia yang ambil operseluruhnya, Dia-lah yang berkhotbah melalui saya. Ia menyuruh saya membuka Yohanes 19:24 yang bunyinya demikian:

Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain, “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.” Demikianlah hendaknya supaya digenapi yang ada tertulis dalam Kitab Suci, “Mereka membagi–bagi pakaian–Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah–Ku.” Hal itu telah dilakukan prajurit–prajurit itu.

Lalu begini komentar Allah Bapa:

“Mereka tak peduli Anak-Ku yang tergantung telanjang di salib, mereka bersukacita berbagi pakaian-Nya, tak terpikir bagaimana menolong dan mengurangi penderitaan Anak-Ku. Mereka adalah orang-orang yang hidup di atas penderitaan orang lain, merasa nyaman walau baru saja menggantung seseorang tanpa salah. Hati nurani mereka mati, tak ada rasa bersalah. Mereka adalah orang-orang yang hidup tanpa hati nurani, seperti binatang yang tak punya terang dalam hatinya.”

Mat 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

PELITA YANG PADAM

Dalam hati setiap orang ternyata ada pelita, ada pelita yang menyala, ada pula yang padam. Yang pelitanya menyala, adalah orang-orang yang hati nuraninya hidup, mampu menangkap terang dari Firman Tuhan, menikmatinya dan mau dituntun oleh terang itu. Yang padam adalah yang hati nuraninya tak mampu menangkap kebenaran dalam Firman Tuhan, tetapi bila baca firman juga, selalu di analisanya dengan otaknya yang terkena kutuk buah Pengetahuan Baik dan Jahat, menghasilkan argumentasi yang bertele-tele dan bikin pusing orang yang membaca atau mendengarnya. Orang begini tak mendapat berkat apa-apa, sebaliknya malah bikin rusuh pikiran orang lain, emosional, dan cenderung mengumpat, mencemooh, bahkan memaki orang lain dengan kata ‘goblok’, ‘bodoh’, ‘sesat’ dan sebagainya.

Amsal 13:9 Terang orang benar bercahaya gemilang, sedangkan pelita orang fasik padam.

Amsal 20:20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.

Amsal 24:20 Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam.

Matius 25:8 Gadis–gadis yang bodoh berkata kepada gadis–gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

KUBURAN DI LUBUK HATI

Banyak kali di berbagai mimbar agama orang memakai kata “Hendaklah kita mawas diri”, itu terjemahan dari kata “introspeksi”. Alkitab kita memberi contoh yang lebih baik, jangan pernah melakukan “introspeksi” karena jika kita menyelidiki diri sendiri dengan pikiran yang terlanjur salah tentu kesimpulannya juga salah, berputar-putar dengan diri sendiri dan tersesat sendiri. Belajarlah kepada raja Daud:

Mazmur 139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran–pikiranku; 24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Ia meminta Tuhan, Allahnya yang selidiki hatinya. Standar-Nya tentu lebih akurat. Bahkan sekarang Anda bisa berdoa begini: “Selidikilah hatiku ya Roh Kudus, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku”. Karena Roh Kudus sudah diberikan tinggal di dalam orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus.

Dan ternyata Dia berkata bahwa hati manusia itu dalamnya tak terduga seperti sebuah lautan yang dalam. Banyak sekali kapal-kapal tenggelam dan bangkai-bangkai manusia berserakan. Kapal-kapal karam itu adalah proyek-proyek hidup ini yang gagal. Jatuh cinta tapi patah dan gagal, proyek-proyek usaha cari nafkah yang gagal, perkawinan yang gagal, dan semua corak kegagalan hidup yang lain. Sementara itu banyak bangkai manusia, yakni orang-orang yang pernah dibencinya selama hidup. Mereka tenggelam “dikubur” dalam hatinya. Dari mana orang-orang mati itu? Allah Bapa bilang itu hasil “pembunuhan harian”! Bila Anda membenci seseorang hari ini, tahu tidak bahwa Anda telah membunuh orang itu dan sebagian roh orang yang Anda benci itu terkubur di dalam hatimu. Perhatikan dua ayat ini:

1 Yohanes 3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

1 Yohanes 2:11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Apa yang harus dilakukan orang ini agar hatinya menjadi suci kembali? Ia harus mengampuni orang yang dia benci dan membuat “Deklarasi kebangkitan”, yaitu haruslah dia berkata: “Aku ampuni engkau saudara ipar, (atau ibu mertua atau si Amin, si Polan dsb.) aku bangkitkan engkau kembali dan keluarlah dari hatiku, kuberkati hidupmu selanjutnya!” Itu adalah sebuah deklarasi kebangkitan, seperti Tuhan Yesus berkata kepada Lazarus: “Lazarus, marilah ke luar!”

KUBURAN DAN BEBAN HIDUP

Tentang orang-orang mati hasil kebencian ini, Allah Bapa bilang begini: ”Orang-orang itu terkubur di sana dan tak akan keluar kalau tak kau ampuni dan deklarasikan agar mereka bangkit dan keluar dari situ. Ini membangkitkan orang mati dalam alam roh. Dengan mempertahankan mereka di hatimu, engkau menanggung beban hidup orang itu juga.”

Apa artinya kalimat terakhir itu? Artinya bila Anda benci seseorang, maka roh orang itu Anda bunuh dan pendam dalam hati Anda maka beban hidup orang yang Anda benci itu juga masuk ke dalam diri Anda, Anda jadi pemikul beban hidupnya orang lain, selain beban hidupmu sendiri!

Anda pernah menonton film The Highlander? Itu dongeng yang dibuat film, tentang satu suku di Scotlandia yang ditakdirkan tidak akan mati kecuali dibunuh dengan pedang. Mereka harus saling membunuh hingga tinggal satu orang saja yang tinggal, yang menang nanti pada masa “gathering” (kumpul kembali) akan diberi kekuasaan atas seluruh dunia. Tapi setiap kali ada yang kalah, terpenggal kepalanya, roh orang mati itu memasuki tubuh si pemenang. Itu dongeng, tapi kejadian sebenarnya juga persis seperti itu. Kalau ada seseorang membunuh orang lain, roh orang yang dia bunuh itu pasti memasuki orang yang membunuhnya. Saya telah berkali-kali jumpa peristiwa seperti itu dalam pelayanan pelepasan. Dan kalau seseorang kemasukkan roh orang mati, apakah itu karena roh nenek moyangnya yang masuk, atau karena menggugurkan anak, atau sakit sawan (convulsion, stuip) ketika bayi, orang tua menginginkan anak perempuan padahal janin di dalam rahim ibu sudah berbentuk laki-laki, atau sebaliknya, maka masuklah roh orang mati yang berlawanan jenis, atau karena membenci seseorang, sebagian dari roh orang yang dia benci akan terikat dalam hatinya, maka level roh orang itu akan turun ke dunia orang mati dan nasibnya menjadi sangat buruk, susah cari nafkah dan hidupnya seperti orang-orang yang dilempari batu seumur hidupnya.

Imamat 20:27 Apabila seorang laki–laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

Sekarang tentang kapal-kapal karam itu, yakni luka-luka batin karena kegagalan-kegagalan hidup Anda, kekecewaan, selalu akibatnya adalah beban yang terasa menekan sehingga mudah patah semangat, tak mempunyai daya juang yang sungguh-sungguh, jera, kapok, enggan memulai lagi perjuangan baru, jalan hidupnya terseok-seok, bahkan mau datang kepada Tuhan pun sudah enggan, bahkan ada kecenderungan ingin mati lebih cepat saja. Dengan pelayanan pelepasan atau kesembuhan batin, beban-beban begini dengan segera dapat dibuang jauh-jauh, dihapus dari memori Anda sampai bersih, seolah-olah seperti tak pernah terjadi, membuat Anda bangkit kembali dari antara orang mati. Datanglah ke “bengkel” pelayanan pelepasan dan kesembuhan batin di setiap kelompok Revival Total Ministry, Anda akan dibebaskan dengan segera.

MATA DAN HATI

Akibat buruk lain yang Akan Anda alami bila kebencian hati itu tak diselesaikan dengan benar, maka satu kerugian besar yang tak terasa tapi besar akibatnya, yakni mata roh-mu menjadi gelap dan tidak ada terang di jalan Anda sehingga Anda tersesat-sesat. Perhatikanlah ayat-ayat berikut, coba pahami dalam-dalam bahwa pembenci orang, otomatis matanya gelap. Orang begini bisa-bisa suatu hari benar-benar secara fisik membunuh orang yang dia benci dan kalau tertangkap, di depan polisi akan berkata: “Maaf pak, saya khilaf, habis saya gelap mata!” Perkataannya benar sekali, setiap orang yang membunuh orang, baik secara fisik maupun secara roh saja, itu dosanya sama besar, dan itu akibat dari matanya yang gelap!

Matius 6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

PERHATIKAN HATI ORANG LAIN JUGA!

Matius 5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Bila saat Anda hendak berdoa tiba-tiba hati nuranimu mengingatkan bahwa ada orang yang membenci atau kesal kepadamu, bangkit dulu bereskan perasaan orang itu kepada Anda! Agar Anda tidak dibenci orang itu! Kalau tidak, sebagian dari roh Anda masih ditawan orang lain. Wah repot bukan? Yang sulit-sulit begini minta Tolong kepada Roh Kudus untuk Anda dapat menyelesaikannya. Dia dapat mengaturnya dengan baik.

PENGANGKATAN

Rapture atau pengangkatan orang percaya sudah dekat sekali, tinggal dua atau tiga tahun lagi saja kalau Anda mau percaya, segera bereskan pelitamu sekarang! Karena siapa-siapa yang akan tertinggal?

Matius 25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

Kata “pelita kami hampir padam” adalah istilah yang sama dengan pelita padam karena ada kebencian dalam hati. Gadis-gadis bodoh itu tidak menjagai pelitanya dengan baik, hampir padam karena hatinya tidak suci, ada mayat-mayat orang mati di dasar hatinya, ada kapal-kapal karam berserakan di dalamnya! Dan mereka tidak ikut terangkat masuk ke dalam pesta perjamuan kawin Anak Domba Allah. Bereskan hari ini juga beban-beban hatimu agar pelitamu menyala lagi dengan terang!

Sabbatical 2011,

Ev. Andereas Samudera