Selamat merayakan hari Paskah !

Hari Raya Paskah dirayakan setiap tahun. Hari Jum’at siang Yesus Kristus mati digantung di kayu salib dan hari Minggu pagi Ia bangkit dan masih tinggal diantara murid-murid-Nya selama 40 hari lagi, lalu naik ke surga. Beberapa tahun yang lalu Bapa Surgawi bercerita kepada saya, mengapa Yesus harus mati di kayu salib. Pertama-tama, mengapa si ular membujuk Hawa untuk memakan Buah Pohon Pengetahuan Tentang Hal Baik Dan Jahat? Saat itu si ular mengincar darah manusia yang mengandung nyawa di dalamnya. Darah itu mengandung nyawa, bila nyawa itu keluar dari seseorang atau suatu makhluk, maka matilah manusia atau makhluk itu. Nyawanya seperti sebuah batere di dalam handphone atau laptop Anda. Bila power-nya menurun, maka gadget Anda mulai berhenti berfungsi. Batere Anda perlu di “isi” di “charge” lagi. Bila power di dalam darah Anda menurun, Anda mulai stress dan lama kelamaan menjadi depresi dan ingin mati saja. Bila handphone atau laptop anda lemah, dia akan mulai berbunyi “tulalit……”. Bila nyawa Anda melemah mulut Anda akan berbunyi “wah lebih baik mati saja……”. Ada persamaan antara batere Anda dan batere gadget Anda. Nyawa Anda perlu di “charge” kembali. Bagaimana caranya? Tuhan Yesus berkata seperti ini sementara Dia ada di bumi:

Yoh 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Artinya bila Anda mendengar suara perkataan Tuhan Yesus, maka Anda mendapat tambahan roh dan juga tambahan nyawa. Roh Anda bertambah, artinya roh Anda akan bertumbuh kearah menjadi serupa Yesus, dan nyawa Anda akan bertambah kuat. Ini namanya recharging. Bagaimana menyembuhkan orang stress dan depresi? Beri dia mendengar firman Tuhan, baik logos tetapi terutama rhema tentunya.

Balik kepada masalah setan, dia sudah jauh lebih lama dibuang dari hadirat Tuhan, jutaan tahun sebelum manusia dibuat di atas bumi. Setan juga punya nyawa, yang mengalir dalam tubuhnya, tubuh roh tentunya. Nyawanya ada di dalam darah-nya, darah di alam roh juga tentunya. Nyawanya sudah amat merosot karena dia tidak boleh mendengar firman Allah Bapa, Tuhan Yesus atau Roh Kudus di surga lagi. Maka ketika manusia dibuat oleh Tuhan, dalam hati mereka telah ada niat untuk memiliki manusia itu, yang mempunyai nyawa itu, nyawa yang sepadan dengan punya Tuhan Yesus. Biar tak dapat pengisian langsung dari Firman, asal dapat darah manusia yang mengandung nyawa Tuhan Yesus itu, itu adalah solusi bagi dia. Ditipunya manusia sehingga lepas dari tangan Tuhan, dengan bujukan yang menyebabkan mereka melanggar aturan Tuhan. Segera ketika Adam dan Hawa diusir dari Firdaus, oleh si iblis lalu di “ternakkan”- nya manusia itu untuk menghasilkan darah baginya. Jadi manusia itu sekarang merosot menjadi “ternak”-nya si iblis. Itulah sebabnya, ketika Tuhan Yesus turun ke dunia menjadi manusia, Ia mengadakan kesepakatan dengan si iblis:

“Hai iblis, bukankah engkau menyukai darah manusia?” Iblis menjawab:

“Ya tentu!”

“Bagaimana kalau engkau kuberi darah-Ku sendiri?”

“Wah tentu saja mau”

“Tapi dengan syarat bahwa setiap orang yang mengakui darah-Ku sebagai ganti darah dan nyawa mereka, engkau tak boleh lagi menghisap darah mereka.”

“Yes, deal!” si iblis anggap itu tawaran yang amat menarik baginya.

Maka Tuhan Yesus naik ke kayu salib, darahnya mengalir keluar karena dipaku tangan dan kaki-Nya. Dengan segera iblis dan kawan-kawannya mencoba menghisap darah itu dari tangan dan kaki-Nya. Namun dengan segera mereka berteriak dan memuntahkan darah itu keluar karena darah-Nya terlalu suci bagi mereka. Mereka hanya dapat menghisap darah orang berdosa saja. Karena mereka juga makhluk yang telah berdosa sejak di surga. Maka ketika Tuhan Yesus telah menyelesaikan tugas-Nya memberitakan Injil di dunia orang mati juga, ketika bangkit lagi pada hari Minggu, Ia bangkit. Setelah Maria menjumpai-Nya, disuruh-Nya pergi memberitakan kebangkitan-Nya kepada murid-murid yang lain.

Kemudian Ia didatangi oleh orang-orang beriman di masa Perjanjian Lama yang telah bangkit keluar dari kuburan masing-masing pada saat gempa terjadi pada hari Jum’at, yakni orang-orang yang telah percaya dan menyembah-Nya dahulu, lalu Ia pergi kebawah kayu salib-Nya untuk mengambil kembali darah-Nya, darah yang di alam roh tentunya, yang berisi Nyawa-Nya, bersama dengan mereka ia naik dahulu ke surga, melaporkan diri kepada Bapa-Nya di surga. Darah-nya di taruh dalam sebuah cawan, di depan takhta Bapa-Nya sampai sekarang, sebagai jaminan bagi orang yang mengakui darah itu sebagai penebusan darah mereka agar bebas dari tuntutan iblis untuk dibunuh dan diambil darahnya.

Sejak itu maka orang yang telah percaya dan mengakui darah Tuhan Yesus itu dilindungi dari si iblis, bahkan dapat mengalahkan mereka dengan darah dan perkataan kesaksian iman mereka.

Wahyu 12:11 Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai harus menghadapi maut.

Ia telah menyerahkan nyawa-Nya ke tangan musuh-Nya namun Ia bahkan memperoleh kembali nyawa-Nya bersama dengan nyawa orang-orang percaya yang diselamatkan-Nya

Kalau Anda meragukan cerita ini, Anda tentu kapan saja boleh bertanya langsung kepada Allah Bapa atau Roh Kudus, atau kepada Tuhan Yesus sendiri, apakah Bapa memang pernah bercerita seperti itu kepada Andereas. Anda akan sangat diberkati bila Dia mulai melanjutkan cerita itu lagi dengan banyak hal yang lain. Bapa, Roh Kudus dan Anak itu amat mencintai Anda sehingga bila Anda mulai memakai telinga untuk bertanya, Dia akan membawa Anda seterusnya mengetahui segala kebenaran itu.

Bandung, 29 Maret 2013

Andereas Samudera