Banyak hamba Tuhan pada akhir zaman nanti akan amat kecewa ketika Tuhan Yesus berterus terang kepada mereka dan mereka di tolak oleh Tuhan karena nama mereka tak tercatat di Surga dalam kitab Kehidupan-Nya. Susah payahnya melayani Tuhan bertahun-tahun tak ada nilainya sama sekali. Lebih sedih lagi bila ia melihat jemaat yang di bimbing olehnya juga tak satupun yang diterima Tuhan di surga!

Mat 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Hamba Tuhan Berurapan

Dahulu saya dikenal sebagai hamba Tuhan yang penuh urapan dan melakukan pengajaran yang amat populer di mana-mana, yakni Kursus Pelayanan Pribadi. Kursus selama 13 hari itu diakhiri dengan pencurahan Roh Kudus dan Pengurapan Kuasa Roh Kudus. Banyak hamba-hamba Tuhan baru telah bangkit melayani disertai bermacam-macam urapan yang luar biasa karena kursus ini. Namun mulai pertengahan bulan Juni tahun 2004 saya “dipaksa” berhenti melayani oleh Tuhan dan selama 11 bulan lamanya Roh Kudus dengan amat sabar mengoreksi dan meluruskan pengajaran Revival. Dia memberi saya seorang anak angkat, anak perempuan cantik bernama Stevie yang ternyata adalah seorang anak indigo. Semula saya berusaha menolong dia karena berbagai masalah hidupnya, namun kemudian dia berbalik menjadi alat Roh Kudus untuk berbicara kepada saya saat-saat ia sedang tidur.

Pengajaran tentang Dunia Orang Mati tidak dipersalahkan-Nya karena pengajaran itu dari Dia juga datangnya. Namun pengurapan yang bermacam-macam itu justru yang di ambil kembali oleh Roh Kudus dari saya. Mengapa? Inti koreksi terhadap pengajaran RTM yang lama adalah masalah daging manusia yang belum dibereskan. Bila sifat-sifat kedagingan seseorang belum dikikis habis, ketika ia menerima urapan Roh Kudus, sifat-sifat dagingnya itu sebaliknya justru menjadi amat kuat dan mengeras, tak bisa dikoreksi lagi oleh Roh Kudus sekalipun. Orang yang hidup di dalam daging seperti ini selalu membuat rencana-2 sendiri yang menurut pikirannya itu baik untuk Tuhan, tapi dia tidak mau atau tidak mampu berdialog lagi dengan Tuhan Yesus, untuk mengetahui apa sebenarnya yang di kehendaki-Nya. Perbuatan-perbuatannya nampaknya hebat, banyak orang sakit disembuhkan, banyak setan-setan diusir keluar, mujizat-mujizat terjadi sampai orang mati juga dibangkitkan. Tapi nilai rohaninya adalah nol besar bagi Tuhan. Memang selama orang hidup dalam dagingnya dia tidak dapat bergantung penuh kepada Tuhan Yesus, telinga roh-nya tertutup, tak bisa mendengar suara-Nya dengan sempurna, hanya mengandalkan pikirannya sendiri, dan urapannya saja.

Asal Usul Pikiran Daging

Pikiran itu disebut pikiran kedagingan karena isinya dididik oleh Buah Pohon Pengetahuan Tentang Hal Baik Dan Jahat, yang dari semula dilarang makan oleh Tuhan. Sesudah seseorang dibeli oleh Tuhan dari sistim Dunia, masih juga dia bersekolah di dalam sistim buah yang salah itu. Maafkan saya, kalau Tuhan menerangkan kepada saya bahwa sekolah-sekolah theologia juga masih disusun seperti kurikulum sekolah dunia, masih memakai otak manusia yang salah itu sebagai sarana pendidikan. Tuhan ingin manusia tebusan-Nya pindah cara belajarnya ke bawah Pohon Kehidupan saja. Bukan memakai pikirannya yang lama, tetapi memakai pewahyuan oleh Roh, melalui ilham Roh, yakni dengan bercakap-cakap dengan Tuhan setiap hari.

Selain pikiran daging, juga keinginan2 daging yang selalu bersumber terus menerus, tak ada hentinya sehingga setiap kali berdoa selalu mengajukan permintaan-permintaan yang terus menerus kepada Tuhan, bukan mendengarkan kehendak Tuhan. Kalau Anda bisa menyerahkan diri total kepada-Nya, nanti akan terbukti bahwa Dia memberi keinginan hatimu bahkan sebelum engkau sempat berdoa mintanya.

Harus Mendengar Suara Tuhan

Roh Kudus bertanya kepada saya: “Andereas, apa hasil pekerjaanmu selama ini?” Dengan bangga saya jawab: ”Wah buanyak sekali! Banyak orang bangkit jadi hamba Tuhan karena kursus itu, mereka melayani dengan urapan Roh kudus, bermacam-macam penyakit disembuhkan, orang buta celik, yang timpang berjalan bahkan orang mati dibangkitkan! Saya telah jelajahi 70% kepulauan Indonesia ini. Belum lagi pelayanan-pelayanan di Australia, Amerika dan Canada. Tetapi Roh Kudus bilang, “Tidak Andereas, hasil pelayananmu itu nol besar.” Saya terkejut dan bertanya: “Bagaimana itu bisa jadi?”

Lalu Dia menjawab: “Apakah engkau mendengar Tuhan menyuruhmu pergi kesana kemari ketika engkau melayani?” Saya terperangah dan berkat: ”Wah terus terang tidak!” Dan Dia menjawab lagi: “Aturannya begini Andereas, bila engkau tidak mendengar Dia menyuruhmu pergi pelayanan, tapi engkau pergi juga, maka itu adalah risiko-mu sendiri, tapi tak ada nilainya di mata Tuhan. Tetapi bila engkau disuruh Tuhan dan engkau menurut, Tuhan-mu menyertai engkau dan Dialah yang melakukan pekerjaan pelayanan itu, bukan engkau, tetapi engkau mendapat nilai dalam pelayanan itu.”

Baru saya mengerti bahwa saya telah salah mengerti, dan hampir semua hamba Tuhan juga tidak sadar bahwa yang melayani itu seharusnya bukan kita tetapi kehadiran Tuhan di dalam kita.

Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Buat kebanyakan hamba Tuhan, bunyinya ternyata: “segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Saya, dan kepada Dia: Bagi Dialahdan Aku juga, kemuliaan sampai selama-lamanya.

Kedagingan Menghalangi Suara Tuhan

Dalam proses selanjutnya Roh Kudus menyadarkan bahwa saya masih kedagingan sekali walau urapan saya sangat tinggi. Atau sebaliknya, karena urapan yang tinggi maka saya menjadi tuli tak mampu mendengar suara-Nya setiap hari, karena diam-diam saya menjadi tinggi hati.

Saya menjadi bingung, bagaimana caranya membuat suara Tuhan menjadi jelas dan kontinu di dalam saya. Setelah berusaha lagi dengan berbagai cara, akhirnya Roh Kudus juga yang mengajar saya caranya. Melalui anak angkat saya, Dia mengajar agar saya mau memberi otoritas sepenuhnya kepada Roh Kudus untuk membongkar semua pikiran, keinginan dan semua sifat kedagingan saya. Ia yang memimpin saya berdoa:

“Roh Kudus, saya memberi otoritas 100% kepada-Mu untuk membongkar semua pikiran daging, keinginan daging dan semua sifat-sifat daging saya semua agar saya bisa mendengar suara-Mu, suara Tuhan Yesus dan Bapa. Dalam Nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.”

Saya berdoa seperti itu pada sore hari, pada tengah malam saya terbangun karena sakit perut yang dahsyat, mual dan pusing sekali. Saya lari ke toilet untuk mengeluarkan semua isi perut dari atas dan bawah, dan setelah lega saya tidur kembali, tetapi tetap dengan pusing kepala yang hebat. Setelah itu selama 4 hari saya terus menerus sakit kepala, tak mampu membaca alkitab, menulis sesuatu bahkan berdoa-pun tak bisa. Ketika saya bertanya kepada Stevie, dia bilang, itu karena doa saya kepada Roh Kudus, maka Dia sekarang sedang membersihkan segala pikiran2 daging, keinginan dan tabiat daging saya. Saya bertanya: “Bagaimana engkau tahu hal ini?” Dia jawab: “Saya kan sudah ‘dikerjain’ juga oleh Roh Kudus seperti itu.” Ah, rupanya diam2 dia juga diproses oleh Roh Kudus sendiri sebelum saya.

Setelah 4 hari, pusing kepala itu mulai terangkat dan siang hari itu saya bebas dan aneh sekali, kepala saya begitu kosong sampai saya merasa sangat bodoh. Tak berfikir sedikitpun, tak ingin apa-apa-pun. Tapi ketika saya berdiam diri, saya hanya berkata: “Tuhan berbicaralah sekarang kepada saya.” Saya mulai mendengar Tuhan berbicara di dalam hati saya terus menerus tanpa berhenti:

“Andereas, Aku adalah Tuhanmu. Aku hendak memberi tahu engkau bagaimana dahulu Abraham pertama kali mendengar suara-Ku. Dia setiap malam memandangi bintang-bintang, bulan dan segala benda di langit sambil bertanya-tanya, ‘Siapa yang membuat itu semua?’. Karena dia selalu melakukan itu setiap malam, akhirnya Aku datang dan berbicara kepadanya, di telinganya: ‘Akulah yang telah membuatnya! Abraham terkejut karena suara itu jelas berbunyi (audible) di telinganya. Lalu mencari berkeliling dari mana sumber suara itu. Dia bertanya: ‘Siapa? Siapa yang berbicara?’ Dan Aku berbicara sekali lagi kepadanya: ‘Akulah Allah yang Maha Besar (El-Shaddai)! Segera Abraham berlutut dan menjadi percaya. Dan sejak itu Aku sering berbicara di telinganya memberi perintah dan petunjuk-petunjuk kepadanya. Dengan iman Abraham selalu mengikuti perintah-Ku setiap saat.

Suara itu mengalir di dalam hati saya dengan sangat jelas. Saya yakin Tuhan Yesus sudah berada bertahun-tahun di dalam hati saya, tetapi belum pernah Dia berbicara dengan sangat jelas seperti itu. Jadi penyebab kesulitan seseorang mendengar suara Tuhan adalah karena otak dan hatinya dipenuhi dengan semua yang dari dunia ini, sangat ramai dan berisik sehingga suara-Nya tak bisa terdengar dengan jelas. Bila semua hiruk pikuk dunia itu dikosongkan, Dia menjadi jelas suara-Nya. Dan hanya Roh Kudus yang dapat menolong Anda mengosongkan keramaian itu, bila Anda berserah sungguh-sungguh dan merelakan diri di Kendalikan oleh Dia, bukan oleh diri Anda sendiri. Hiduplah dalam penyerahan total seperti itu maka Anda akan mudah dipimpin oleh-Nya.

Hidup Yang Dipimpin Roh

Ternyata inilah hidup yang dikehendaki oleh Allah Bapa. Membiarkan Roh Tuhan Yesus yang dominan, bahkan menggantikan semua kegiatan daging di dalam kita dengan kegiatan Dia saja 100%. Itu yang membuat seseorang di kenal oleh Tuhan kelak. Sejak itu saya berhenti bekerja dengan urapan-urapan di atas daging, tetapi mengandalkan Urapan Tuhan sendiri yang mengalir melalui Firman yang keluar dari mulut saya.

Sejak mampu mendengar suara-Nya, saya disuruh menuliskan semua pengajaran Roh Kudus, Tuhan Yesus dan Allah Bapa itu dalam bentuk buku-buku pemuridan dan memulai membangun sistim pemuridan bagi siapa saja yang merindukan kehidupan di dalam roh yang sesungguhnya. Dan sistim ini telah meluas keberbagai bagian Indonesia bahkan ke luar negeri sejak kurang lebih dari 9 tahun yang lalu. Pengajaran itu bukan dari saya, tetapi 80-90% datang dari Roh Kudus, Tuhan Yesus dan Allah Bapa. Bagian saya hanya menyusunnya dan sedikit penjelasan agar mudah dimengerti oleh murid-murid Tuhan Yesus.

Tampak Hebat Tapi Nilai-nya Nol Besar

Dalam perkembangan selanjutnya saya mulai melihat bahwa Tuhan Yesus mulai menyapa banyak hamba-hamba Tuhan yang dahulu juga seperti saya, mengandalkan pikirannya sendiri, mengandalkan urapan-urapan Roh Kudus tanpa memberi diri dibersihkan dari kedagingannya oleh Roh Kudus. Mereka menjumpai kenyataan-kenyataan kegagalan dalam sistim yang mereka buat sendiri tanpa bertanya kepada Tuhan. Gereja atau organisasi menjadi besar tetapi terpecah-pecah karena semua pekerjanya mulai tinggi hati dan kedagingannya muncul dengan sangat hebat. Atau berusaha membangun gereja dan diruntuhkan lagi oleh organisasi atau sistim yang anti Kristen, tanpa pembelaan dari Tuhan sendiri. Tetapi oleh anugerah-Nya, ada hamba Tuhan yang diberi kesempatan berjumpa dengan Tuhan dalam mimpi atau vision dan diberi tahu bahwa semua hasil kerjanya adalah nol besar. Berjalanlah di dalam Roh jangan di dalam daging, maka itu semua tak akan terjadi.

Ketahuilah, Tuhan Yesus harus mati di gantung daging-Nya di atas kayu salib, mewakili daging Anda, memikul kutuk Anda, agar setelah Anda percaya kepada Dia, Anda diaku telah disalibkan dagingnya bersama Dia dihadapan Allah Bapa, agar secara hukum (de Jure) Anda boleh diampuni dan dianggap benar, untuk sementara. Lalu karena itu Anda boleh menerima Roh Kudus di dalam Anda. Tapi selanjutnya Roh Kudus harus membersihkan Anda dari semua sifat kedagingan Anda secara fakta sebenar-benarnya (de Facto). Bagian inilah yang tak pernah dimasukkan di dalam pengajaran-pengajaran gereja selama ini.

 

Bandung, 2 April 2013

Andereas Samudera