Banyak pertanyaan sekitar apakah kita yang sudah dilahirkan baru masih harus menjalankan hukum Taurat atau tidak ? Jawabnya sederhana, Kalau Anda sungguh-sungguh sudah dilahirkan baru, tak usah lagi menjalankan hukum Taurat. Ada hukum baru, hukum kasih Karunia yang membebaskan Anda dari daging dan hidup dalam kekudusan, dipimpin oleh Roh, dan Taurat tak beroperasi terhadap Anda lagi.
Taurat hanya berlaku bagi orang yang masih berdosa, masih hidup dalam daging. Bagi yang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus, Taurat sekarang menjadi buku pelajaran untuk mengenal kehendak hati Tuhan, untuk mengetahui bedanya, apa yang benar dan apa yang salah, tanpa ketakutan terhadap hukumnya sendiri Anda mempelajari hukum-hukum Taurat untuk menolong diri sendiri atau orang lain agar terlepas dari kutuk atau mengetahui celah-celah yang membuat seseorang menderita sakit atau kena kutuk, lalu dengan kuasa Hidup Yesus di dalam Anda, sekarang dapat membebaskan diri Anda atau mereka dari jerat-jerat si iblis.
Bangsa Imam
Ketika Tuhan Yesus hadir diantara orang Yahudi, saat itu tak seorang mengerti sebenarnya siapa Dia. Dalam keluarganya sendiri, saudara-saudara-Nya tak mengenal Dia sebagai Yehovah, hanya Maria barangkali yang tahu bahwa Yesus adalah Yehovah, yakni yang dahulu membuat surga dan segala isinya, lalu membuat dunia dengan segala isinya, membuat Adam, mengeluarkan Hawa dari rusuk Adam, lalu membuat mereka beranak cucu, akhirnya mengambil satu sel telur di dalam rahim Maria untuk didiami-Nya dan lahir sebagai Manusia Yesus. Dia hadir diantara umat Yahudi, sebagian kecil dari bangsa Israel yang dahulu di bentuk di Mesir menjadi satu bangsa yang besar. Sepuluh suku Israel telah di buang ke negeri Asyur (Asiria) karena telah menyembah berhala di bawah raja Yerobeam dahulu. Tinggal suku Yehuda dan Benyamin saja ketinggalan, menjadi bangsa Yahudi (the Jews)
Bangsa ini pernah dipimpin-Nya selama 40 tahun, disertai-Nya melalui padang gurun dan diberi-Nya mereka aturan-aturan melalui Musa hamba-Nya yang setia. Aturan-aturan itu di berikan-Nya kepada mereka dengan suatu tujuan, agar bangsa ini jangan menjadi liar lagi, bikin macam-macam aturan lagi di dalam hati masing-masing seperti manusia-manusia bejad di zaman sebelum Nuh dahulu. Dan Dia berharap bahwa suatu saat semuanya akan menjadi imam-imam-Nya, dan dengan perantaraan mereka Dia hendak menyelamatkan seluruh umat manusia di seluruh dunia.
BANGSA TEGAR TENGKUK DAN KERAS KEPALA
Tapi dengan segera Dia menyadari, bangsa Israel yang dibentuk-Nya dari sepasang suami isteri bernama Abraham dan Sarah ini yang beriman kepada-Nya, sekarang menjadi bangsa yang tegar tengkuk dan keras kepala. Aturan-aturan dan hukum-hukum yang diberikannya dengan maksud agar bangsa ini tahu aturan dan tunduk kepada-Nya menjadi tak layak, dan Dia segera hendak membunuh seluruh bangsa sebanyak kurang lebih 3 juta orang itu di kaki gunung Horeb. Tempat itu, yang seharusnya menjadi tempat mereka menyembah Tuhan dan berkenalan dengan Allah mereka dengan langsung, malah hampir saja menjadi kuburan massal karena Dia menjadi murka karena mereka segera menyembah Lembu Emas seperti bangsa Mesir dari mana mereka dimerdekakan dengan tangan yang kuat, melalui 10 malapetaka dahsyat di antara orang Mesir. Hanya karena Musa mau menyerahkan nyawanya ganti mereka maka Tuhan batal membunuh mereka di sana.
ATURAN MEMBUAT NYATA JUMLAH PELANGGARAN
Hukum-hukum Taurat yang diberikan melalui Musa itu sebenarnya seperti rambu-rambu lalu-lintas yang memberi peringatan-peringatan, aturan-aturan, agar seorang pengendara mobil tidak keluar jalur dan menuntun mereka sampai tujuan dengan aman. Namun ada adat buruk manusiawi, yang masih muncul kembali seperti di zaman sebelum banjir Nuh, yang menyebabkan mereka sukar mentaati aturan keselamatan Tuhan mereka. Selalu saja mereka melanggar aturan-aturan keamanan itu dan keluar jalur, masuk jurang atau menabrak kendaraan orang lain. Dari turunan kepada keturunan, adanya aturan-aturan itu malah menyebabkan angka kecelakaan makin meningkat dari waktu ke waktu. Catatan pelanggaran makin menumpuk. Mengapa? Karena adanya aturan-aturan, maka angka-angka pelanggaran meningkat. Ketika dahulu tak ada aturan, manusia berjalan menurut aturan-aturannya sendiri, maka kalau ada tabrakan mereka tidak didakwa oleh hukum karena hukumnya memang belum ada. Jadi adanya hukum menyebabkan adanya sistim pendataan kesalahan, maka terungkaplah betapa banyaknya kesalahan manusia itu sebenarnya.
MAKIN DILARANG MAKIN INGIN MELANGGAR
Paulus menemukan lebih lanjut bahwa ada syndrome yang lain dalam daging manusia ialah dengan adanya larangan-larangan, ternyata daging manusia itu makin terangsang ingin melanggarnya. Paulus mempelajari hasil pergumulannya yang lama tentang karakteristik dagingnya sendiri dan menemukan bahwa daging manusia ini selalu bereaksi terhadap larangan Tuhan. Semakin dilarang semakin ingin tahu dan ingin mencoba, dan merasakan apa akan terjadi kalau melanggar aturan itu.
Roma 7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, 23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. 24 Aku, manusia celaka! Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
Sejak kapankah gejala ini ada di dalam daging manusia seperti itu? Bapa Surgawi menerangkan kepada saya bahwa itu adalah sifat yang memasuki daging Adam sejak dia melanggar aturan memakan buah pengetahuan Baik dan Jahat, di taman Firdaus. Turun temurun sifat buruk itu selalu ada di dalam daging semua keturunan Adam, sampai sekarang.
SUKA MENAMBAH NAMBAHI
Gejala ini menyebabkan manusia jadi sibuk bukan main mengusahakan dirinya agar jangan melanggar aturan dengan cara menambah-nambahkan berbagai aturan tambahan lagi sehingga aturan-aturan itu makin lama makin tambah berat bagi semua orang Yahudi sendiri. Ini menghasilkan kitab-kitab Talmud, yakni kumpulan aturan-aturan dan ajaran-ajaran para Rabi mereka, disamping kitab-kitab Musa.
Bayangkan bila Anda ada di jalan dari satu kota ke kota lain, selain tanda-tanda jalan yang penting, lalu ditambah lagi macam-macam tanda-tanda lalu lintas, di tiap jengkal potongan jalan, baik di sisi kiri maupun di kanan jalan, betapa repotnya perjalanan hidup Anda. Betapa Anda sering berputar-putar di tempat yang sama berulang-ulang karena salah mengikuti tanda-tanda lalu lintas yang semakin banyak itu.
Aturan-aturan yang dahulu dimaksudkan agar manusia hidup dengan teratur dan aman, malah sekarang membuat mereka repot setengah mati. Contohnya seperti ini:
Markus 2:23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. 24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” 25 Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, 26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?” 27 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, 28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”
Ada efek sampingan tumbuh di dalam manusia-manusia kedagingan itu, ialah mereka suka menambah-nambah segala sesuatu dalam aturan-aturan Taurat itu sehingga menjadi semakin lama semakin tak masuk diakal. Ajaran para Rabi itu dikumpulkan sebagai kitab Talmud orang Yahudi. Akhirnya Tuhan yang memberi aturan-aturan itu datang sendiri tengok umat-Nya dalam penyamaran, dalam tubuh Yesus.
DIBEBASKAN DARI SIA-SIA AGAR BERGUNA
Dia melihat betapa repotnya manusia itu berputar-putar dalam alam pikirannya sendiri dan menjadi lelah. Dia lalu diam-diam membayarkan semua hukuman dan denda-denda berat mereka dengan menerima hukuman-Nya di tubuh-Nya sendiri di kayu salib. Lalu selanjutnya Dia menawarkan kepada umat-Nya itu, seperti orang menawarkan mobilnya kepada semua orang:
“Mari kepadaku, naiklah mobil-Ku saja sudah, nanti Aku yang menjadi driver-mu, masuk dan duduk saja tenang-tenang dan nikmati istirahat di mobil-Ku, karena Aku tahu, tak seorang akan sampai ke tujuanmu, mendapatkan Bapa di surga itu, kalau caranya begini. Buang saja semua pikiran-mu yang penuh stress itu, termasuk pikiran-pikiran Taurat-mu itu, biarkan Aku saja yang membawa engkau dan memimpin jalanmu ketempat tujuanmu, sampai kesana di surga! Denda dan hukumanmu sudah Aku lunasi semua, ongkos jalan kesana pun sudah Ku-bayar.”
1 Timotius 1: 8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, 9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan tidak taat, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan tak beragama, bagi pembunuh bapak dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, 10 bagi orang cabul dan laki-laki yang bersetubuh dengan sesama jenisnya, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang yang bersumpah palsu dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat.
Bila mau menerima uluran kasih Tuhan Yesus ini dan mau menerima Dia masuk ke dalam hati Anda, itu berati Anda juga masuk ke dalam Dia, masuk mobil Merah Tuhan Yesus itu, dosa sudah dibayar, daging Anda sudah disalibkan bersama Dia hingga tidak akan dikuasai lagi oleh keinginan-keinginan duniawi lagi, maka Anda bebas dari keinginan berdosa. Dalam prakteknya itu nanti Roh Kudus yang mengerjakannya, membuang semua keinginan dan motivasi sehingga Anda tidak terdorong-dorong dari dalam lagi ingin berbuat dosa lagi.
Roma 6:6 Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 8 Jadi, karena kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
Nah hanya orang bodoh saja yang masih mau terus bergumul-gumul dengan aturan-aturan Taurat itu. Ganti semua usaha yang buang waktu dan energi itu dan ganti dengan satu cara saja, dengarkan instruksi-instruksi-Nya yang sederhana, menurut dan ikut “meluncur” di dalam mobil-Nya Tuhan Yesus itu, dijamin tak akan ada lagi pelanggaran ataupun hukuman dan denda-denda lagi. Bahkan sambil menuju tujuan Dia beri Anda pekerjaan-pekerjaan yang sudah lama direncanakan agar Anda lakukan di dunia ini. (Ef 2:10). Dijamin Anda akan sampai kepada Bapa dan mengalami kasih dan kemuliaan-Nya tanpa usaha dari daging Anda sendiri sedikitpun. Terimalah semua Tawaran-Nya dengan iman saja! Mobil Yesus itu warnanya merah darah dan mereknya adalah Anugerah.
Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Semoga semua yang membaca artikel ini mau ikut mobil merah merek Anugerah itu agar waktu hidupnya jangan terbuang untuk hal-hal yang sia-sia dan tidak kekal itu, hidup dalam pemeliharaan-Nya sambil terus bergerak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari yang pernah Dia sendiri lakukan.
Bandung, 21 Oktober 2013
Andereas Samudera
Artikel ini adalah sebagian kecil dari buku baru berjudul Roh Hukum Taurat yang akan launching tgl 29 Nov 2013, Ret-Nas Lembang



Leave A Comment