WARISAN DAMAI SANG PENCIPTA

Yohanes 14:27  Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Saya bertanya kepada Tuhan begini: “Tuhan rupanya Engkau hendak mewariskan Damai-Mu sejahtera-Mu sendiri kepada murid-murid-Mu sendiri. Tetapi damai macam apakah yang dunia sampai tak bisa berikan?” Dan Dia menjawab saya: “Damai ini Aku demonstrasi-kan ketika Aku berjalan di atas air danau Galilea pada waktu subuh pukul 3 pagi.”

Sekarang perhatikan apa yang terjadi pada pagi buta pukul 3 pagi itu?

Matius 14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!,” lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” 28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” 29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

FAKTOR TAKUT

Tuhan Yesus rupanya sengaja tidak menenteramkan angin itu dahulu, sebaliknya Dia memanfaatkan gelombang setinggi rumah itu untuk berselancar menuju kearah murid-murid-Nya. Ia memakai sandalnya sebagai papan selancar dan dengan cepat Dia sampai ke tengah danau. Tapi setelah di dekat perahu itu Dia tak segera naik ke perahu. Mengapa? Rupanya Dia sengaja menunggu siapa di antara murid-murid-Nya yang ingin mencoba bermain ombak dan berjalan-jalan di atas air bersama Dia. Hanya satu yang tergerak ingin meniru gurunya yaitu Petrus. Seringkali Tuhan Yesus membiarkan Anda berada di dalam gelombang-gelombang yang menakutkan di dunia, tetapi Dia tidak menenangkan gelombangnya bahkan sebaliknya Dia mau Anda berlatih agar iman Anda naik tingkat! Perhatikan cara Petrus melangkah, cara-cara yang dia lakukan benar dan patut di tiru. Dia bertanya dahulu: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Jangan sekali-kali Anda bertindak tanpa disuruh oleh-Nya. Ketika perintah itu sudah di ucapkan Tuhan, barulah ia berani melangkahkan kakinya keluar dari perahu. Tapi di tengah jalan dia merasa takut karena suara angin! Dengan segera Petrus tenggelam. Mengapa dia tenggelam sedang Tuhan tidak tenggelam? Bedanya adalah perkara “takut”. Tuhan tak takut apapun sedang Petrus takut karena tiupan angin. Mengapa Tuhan tidak takut seperti Petrus? Jawabnya: Kerena Tuhan Yesus adalah pencipta angin dan ombak. Ia tidak takut, karena itu semua Dia yang bikin. Masakan Pencipta takut kepada benda-benda ciptaan-Nya sendiri?

Matius 14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” 32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Tapi mengapa Petrus takut? Jelas karena dia merasa dirinya bukan pencipta alam ini maka dia amat takut kepada angin dan ombak itu. Tuhan Yesus tidak merasa takut karena seluruh alam ini adalah hasil ciptaan-Nya sendiri. Saudara, yang ingin Tuhan Yesus wariskan kepada Anda dan saya adalah damai sejahtera seorang Pencipta seperti itu. Dia ingin Anda memilikinya! Maukah Anda menerimanya? Tapi bagaimana caranya?

KEMBALI KEDALAM DIA

Itu pertanyaan saya kepada Tuhan juga. Dan Ia menjawab begini: “Engkau mewarisi damai sejahtera-Ku sendiri, damai sang Pencipta dengan menjadi satu dengan-Ku. Sejak bersatu dengan-Ku Engkau telah kembali ke dalam diri-Ku lagi. Memang sebenarnya dari semula engkau telah bersama-Ku ketika Aku dahulu menciptakan segala sesuatu.”

Lalu saya bertanya lagi: “Apakah dengan menerima-Mu ke dalam hatiku aku menyatu dengan-Mu maka segala hak dan otoritas berikut damai sejahtera-Mu Kau transfer kepadaku Tuhan?” Jawab-Nya: “Bukan demikian, tetapi engkau itu memang berasal dari pada-Ku dari semula sebelum dunia dijadikan. Engkau itu asalnya dari Adam, roh-mu aslinya berasal dari Adam. Tapi Adam berasal dari mana? Ia bersama-Ku sejak semula, ketika Aku dahulu menciptakan langit dan bumi, ia berada di dalam-Ku, dan bahkan ketika Aku menjadikan langit dan segala isinya, yakni segala bentuk malaikat di surga, Adam juga bersama-sama Aku menciptakan itu semua. Dan dimana engkau pada saat itu? Engkau ada di dalam Adam juga! Jadi dapatlah dikatakan bahwa engkau adalah seorang Pencipta Alam semesta dan juga Pencipta surga, para malaikat dan makhluk2 lain bersama Aku, sejak semula, sejak sebelum dunia dijadikan!”

Jawaban-Nya membuka selubung-selubung yang menutupi pikiran saya selama ini. Dan semoga pikiran Anda juga. Kita selalu bepikir Dia adalah Sang Pencipta dan kita hanya ciptaan-Nya saja, tak berbeda dengan alam ciptaan ini. Di satu sisi itu benar tetapi di sisi lain kita harus mau mengerti bahwa kita ciptaan yang berbeda dengan alam, malaikat2 dan segala makhluk ciptaan yang lain. Namanya sama-sama ciptaan Tuhan, tetapi cara Dia mencipta manusia berbeda dengan ciptaan yang lain.

Kalau ciptaan lain seperti langit, bumi, malaikat, bahkan surga itu adalah hasil hikmat dan pemikiran Tuhan, dan ketika hikmat itu sudah lengkap disusun-Nya sebagai hasil ciptaan-Nya yang pertama (Amsal 8:12,22) lalu diucapkan-Nya, maka firman-Nya itu membentuk semua ciptaan sesuai dengan apa yang Dia ciptakan dalam imajinasi-Nya. Sesudah semua jadi, termasuk malaikat-malaikat dengan berbagai bentuknya, antara lain si Lucifer yang sangat elok dan cerdas dan ber“seni” tinggi, surga tersusun rapi dan indah sekali, dunia juga terisi dengan semua ciptaan seperti dinosaurus, tyrannosaurus, brontosaurus dan sebagainya, lalu si Lucifer memberontak di surga, tapi dia dilemparkan ke dunia. Saat itu dunia dibinasakan oleh “alien” yaitu Lucifer, Abadon dan sepertiga dari para malaikat pengikut-pengikutnya yang jatuh dari surga. Dunia menjadi gelap gulita berjuta-juta tahun lamanya, lalu pada suatu hari, kira-kira 6000 tahun yang lalu, Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air dan Tuhan berseru: “Jadilah terang!” dan terangpun jadilah.

MANUSIA HASIL “BERBAGI HIDUP” DENGAN YESUS

Setelah taman Eden dibuat-Nya, maka manusia diciptakan-Nya dengan cara lain, yakni dibuatnya patung tanah liat yang mukanya pasti mirip dengan diri-Nya sendiri, lalu:

Kejadian 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Manusia berbeda dengan ciptaan yang lain karena dia diciptakan dengan menghembuskan nafas hidup, yakni sebagian dari roh, jiwa dan nyawa Tuhan sendiri yang mendiaminya. Manusia pertama ini diberi nama Adam. Dapat dikatakan Tuhan saat itu “berbagi hidup-Nya” dengan Adam. Atau Adam dikeluarkan dari dalam Tuhan Yesus (Ia bernama FIRMAN) saat itu. Adam sebelumnya selalu menyertai Tuhan dalam menciptakan segala sesuatu, baru dikeluarkan setelah bumi di renovasi kembali oleh Tuhan. Dan setelah dosa Adam dan Hawa memakan buah yang tak boleh dimakan, buah “Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat” maka manusia diusir dari hadirat Tuhan, menjadi “peliharaan” si iblis. Kesadaran akan dirinya bahwa dia berasal dari Tuhan semakin lama semakin memudar sehingga turun temurun manusia tidak tahu lagi dari mana dia asalnya. Mereka merasa dirinya hanya ciptaan yang sama derajatnya dengan binatang-binatang, pohon dan alam sekelilingnya, hanya lebih cerdas dari mereka semua. Mereka bahkan cenderung menyatakan: “Siapakah aku ini yah Tuhan, aku tak lain hanyalah cacing dan tanah liat saja dihadapan-Mu!”

REKAN PENCIPTA

Kini Anda boleh melepaskan paradigma kuno itu dan menerima kemerdekaan yang lebih tinggi dengan iman kepada Firman-Nya. Anda dan saya adalah “co-creator”, “rekan pencipta” bersama Tuhan Yesus. Mulai sekarang kesadaran ini akan melenyapkan ketakutan Anda terhadap angin, badai, ombak, gempa, bahkan setan-setan! Karena Anda juga pencipta semua itu bersama Tuhan Yesus! Pada mulanya kebenaran-kebenaran yang seperti ini agak sulit Anda pahami. Tapi lama kelamaan kesadaran akan kebenaran ini akan bertumbuh sehingga yang namanya takut akan lenyap dan Anda memiliki damai sejahtera Sang Pencipta itu sepenuhnya. Bayangkan, ketika Anda mulai dilahirkan baru, Anda harus menyesuaikan diri sekian waktu lamanya untuk menyadari bahwa Anda itu “Anak Allah”. Ketika kebenaran lain diberitahukan bahwa Anda adalah “akhli waris Kerajaan Surga” dibutuhkan waktu lagi untuk menghayatinya dengan sungguh-sungguh. Kemudian diajar juga selanjutnya bahwa Anda “didudukkan di sebelah kanan Allah Bapa bersama Tuhan Yesus”, perlu waktu lagi untuk menyesuaikan diri. Kini ada kebenaran baru yang mengatakan Anda sebenarnya adalah “rekan pencipta” bersama Tuhan Yesus, perlu waktu entah berapa lama lagi untuk mampu memahaminya. Sekarang Anda lebih mengerti bila membaca firman Tuhan seperti ini:

1 Korintus 2:7  Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.

Efesus 1:4  Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Ketika kita percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat kita dan mulai mengikut Dia menjadi murid-Nya, maka berlakulah seperti ini:

Yohanes 8:31  Lalu kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Kebenaran bahwa Anda adalah seorang Pencipta bersama Tuhan Yesus, baru dibukakan ketika Anda mau mengikut Tuhan Yesus dan belajar terus kepada-Nya. Dan sekarang dengan menerima kebenaran ini, kesadaran Anda akan mulai bertumbuh ke arah kemerdekaan yang lebih besar. Sekarang terbukalah pintu gerbang kearah pengenalan akan Dia lebih nyata, terbuka jugalah pengertian bahwa kita dapat diubahkan menjadi seperti Dia dan mencapai kepenuhan Kristus seperti Dia. Mengapa? Karena roh Anda ternyata sama dengan Roh Dia! Roh Anda yang berasal dari Adam sebenarnya berasal dari Dia, dan sejak Anda dilahirkan baru, sejak Anda mengundang Dia masuk ke hati Anda, Roh Dia yang sudah disempurnakan di dunia itu sekarang memperbaharui Anda kembali sehingga roh Anda menjadi sama seperti Dia.

SERUPA DIA, KEPENUHAN KRISTUS

2 Korintus 3:18  Kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Efesus 4:13  sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, …..

 

Bandung, 24 April 2013

Andereas Samudera