Saya hendak mengadakan perbandingan parallel antara software yang dipakai oleh komputer-komputer selama ini dengan “software” yang dipakai oleh gereja-gereja Tuhan sekarang ini.
Ketika saya masih di ITB, saya termasuk orang-orang pertama yang mempelajari Microcomputer dan memakainya dan mendidik para siswa saya dalam bidang ini. Kemajuan di bidang ini amat cepat sehingga kami tak pernah mampu bersaing dengan para pengembang di luar negeri, tetapi selalu mengekor saja sebagai pemakai. Muncullah software dasar yang dikembangkan oleh IBM, untuk komputer-komputer mereka, lalu muncul juga dengan cepat komputer buatan Apple.
Dan perusahaan Microsoft kepunyaan Bill Gates kemudian membuat sistim Windows, mendukung komputer McIntosh buatan Apple. Software Windows semacam ini dipakai oleh IBM juga kemudian, sehingga sampai sekarang Microsoft memegang dominasi software sebagian besar komputer yang dipakai seluruh dunia.
Salah satu hasil karya Microsoft yang terkenal dan dicintai oleh banyak orang sampai sekarang adalah Windows XP, tapi lama kelamaan memudar setelah muncul Windows 7. Setelah itu muncul Windows 8, yang mulai menguasai dunia komputer juga. Sementara Apple muncul dengan software mereka yang diberi nama OS X. Namun belakangan muncul software sederhana buatan Google yang dikenal dengan nama Android, untuk dipakai di handphone. Software ini diberi nama-nama menurut makanan-makanan ringan seperti Ice Cream Sandwich, kemudian Jelly Bean, dan nanti akan datang Kit-Kat.
Dahulu saya pandang Android dengan rasa tak suka, Karena saya sudah “berakar” di sistim Windows. Namun ketika melihat software ini di pakai di dalam sistim Tablet oleh SAMSUNG saya menjadi tertarik dan suka karena operasinya yang sangat cepat. Saya prediksi bahwa software Android ini akan mengembang pemakaiannya sampai ke sistim komputer yang lebih besar seperti lap-top dan kemudian ke berbagai macam desktop nanti. Dan tidak mustahil akan mengembang terus pemakaiannya untuk sistim-sistim komputer yang lebih besar nantinya. Mengapa saya bercerita tentang sistim software computer dalam renungan rohani ini?
SOFTWARE KATHOLIK
Gereja-gereja Tuhan sebenarnya juga mengalami evolusi “software” mereka dari zaman ke zaman. Dahulu hanya ada satu jenis software yang mengembang ke mana-mana dengan amat cepat, yakni Pengajaran Gereja Katholik saja. Kemudian muncullah Martin Luther yang memprotes berbagai “bugs” yang di temukannya di dalam software itu, lalu ia mencoba memperbaiki bugs itu dengan memakukan 95 dalil-nya di pintu chapel universitas-nya, Castle Church di Wittenberg pada tahun 1517. Tentu saja mereka yang masih mencintai software lama itu segera melawan protes Martin Luther dan menyebut mereka sebagai aliran Protestan. Pengejaran bahkan pembunuhan-pembunuhan terjadilah setelah itu.
SOFTWARE PROTESTAN
Dengan cepat software Protestan ini mengembang dan dipakai di seluruh dunia, berjalan seiring dengan software lama Gereja Katholik yang sedikit banyak sudah di upgrade juga.
Namun dengan intervensi Roh Kudus, muncullah aliran baru di Azusa Street pada tahun 1906, dengan fenomena pencurahan kuasa Roh Kudus dalam bentuk baptisan Roh Kudus, ditandai dengan munculnya lagi karunia berbahasa roh, kesembuhan, mujizat dan sebagainya. Masih banyak kekurangan dan “bugs” dari software Protestan yang telah berkembang selama tahun-tahun antara 1517 – 1906. Kuasa Roh Kudus di abaikan. Hal ini yang dikoreksi oleh Roh Kudus melalui orang-orang-Nya seperti Charles Fox Parham, William J. Seymour dan sebagainya.
SOFTWARE PENTAKOSTA?
Dengan segera arus kuasa Roh Kudus itu mengembang ke seluruh dunia dengan tumbuhnya Gereja-gereja Pentakosta di mana-mana. Gereja-gereja baru tumbuh seperti cendawan dari pantai-pantai sampai ke puncak-puncak gunung! Sekarang, bermunculan sekolah-sekolah Alkitab cepat, kursus-kursus Alkitab cepat demi memenuhi kebutuhan hamba-hamba Tuhan baru bagi perkembangan gereja Pentakosta seperti ini. Ketika merek membangun sekolah-sekolah yang harus “setara” dengan lulusan hamba-hamba Tuhan Protestan yang memakai gelar-gelar akademis, dengan terpaksa mereka harus “meminjam” juga software Protestant yang sudah lama bertumbuh itu. Hasilnya adalah hamba-hamba Tuhan Pentakosta tapi software-nya Protestan juga, lengkap dengan gelar-gelar sebagai STh, Master of Theology, Doctor of Divinity dan sebagainya. Yang asli dari Pentakosta hanya sedikit saja, yakni tentang pekerjaan Roh Kudus, selebihnya memakai software Protestan lagi.
Yang mereka tidak sadari bahwa software Protestan itu sebenarnya tidak lengkap dan masih banyak “bugs” di dalamnya. Selain kuasa Roh Kudus diabaikan, masih ada lagi masalahnya. Software itu di kembangkan bertahun-tahun oleh para sarjana Theologia dengan memakai cara interpretasi model zaman orang-orang Farisi dahulu mengartikan kitab-kitab Musa.
Ada mata kuliah khusus di Sekolah Theologia yang membahas: “How to Interpret the Bible” (Bagaimana menginterpretasi Alkitab) yakni dengan menjajarkan beberapa ayat yang berkaitan dengan kata yang sama, lalu mengambil “kesimpulan” dari arti ayat-ayat itu lalu dirumuskan sebagai suatu kebenaran. Kalau masih kurang jelas mereka meneruskannya dengan menganalisa arti tiap kata dalam bahasa Ibrani atau Latin itu dengan bantuan konkordansi dan kamus yang tadinya disusun hanya oleh seorang bernama James Strong, theolog yang amat rajin di masa lampau dimana komputer belum ada. Sekarang sudah banyak penulis kamus dan konkordansi lain yang sebenarnya masih berkiblat kepada Mr Strong tercinta itu. Kalau Mr Strong berbuat kesalahan dalam mengartikan kata-demi kata di dalam kamusnya, maka akan salah pula seluruh interpretasi mereka. Di situ letak masuknya banyak “bugs” dalam software Protestan.
Sekarang Gerakan Kharismatik sejak 1960, dengan tokoh-tokoh awalnya: Dennis Bennet dan Harald Bredesen mengembang pula di mana-mana melakukan banyak koreksi lagi dibandingkan dengan gerakan Pentakosta. Gerakan Kharismatik sebenarnya tak lain dari Pembaharuan Gerakan Pentakosta. Beda antara keduanya adalah kalau orang mulai mengalami baptisan Roh Kudus di jaman Pentakosta mereka meninggalkan gereja lama mereka dan bergabung dengan gerakan Pentakosta, tetapi dalam Gerakan Kharismatik kalau mereka mengalami baptisan Roh Kudus mereka memilih tetap tinggal dalam denominasi mereka. Nanti bila hamba-hamba Tuhan mereka lanjutkan pendidikan untuk mencapai gelar Sarjana, kembali harus mempelajari software Protestan juga. Masuklah banyak “bugs” lagi ke dalam alam pikiran mereka.
Banyak diantara hamba-hamba Tuhan itu mulai merasakan bahwa mereka memerlukan software yang baru, yang lebih luas dan lebih menjawab banyak masalah dan gejala aneh dalam hidup manusia.
SOFTWARE TERBARU
Sekarang muncullah Revival Total Ministry yang mulai menerobos daerah-daerah diluar jangkauan Software Protestan itu. Dasar pengembangan “software baru” ini bukan interpretasi manusiawi lagi tetapi melalui pewahyuan oleh Roh Kudus. Bahkan sebagai dasar mulai memasuki sistim baru ini adalah Penyangkalan Diri diikuti oleh pembongkaran pikiran lama, keinginan dan tabiat daging oleh Roh Kudus sendiri. Hanya mereka yang mau di bersihkan dari kedagingan mereka yang bisa menjalankan software baru ini. Disini tak dipakai lagi interpretasi cara Protestan tetapi dipakai cara yang benar untuk mengerti “ayat-ayat sukar” yakni dengan bertanya langsung kepada Pengarang Alkitab itu sendiri, yakni Roh Kudus, Tuhan Yesus bahkan kepada Allah Bapa sendiri. Banyak sekali rahasia yang masih tersembunyi di dalam Alkitab yang selama ini tak tersingkap karena keterbatasan pikiran manusiawi, sekarang dibukakan, menjadi pengertian-pengertian yang memerdekakan manusia.
Yohanes 8:31 Lalu kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Dan Roh Kuduslah yang akan memimpin Anda masuk ke dalam seluruh kebenaran-kebenaran itu, asalkan Anda mau berhenti dipimpin oleh pikiranmu sendiri.
Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Tujuan Allah menciptakan manusia dari semula di bangkitkan kembali:
Roma 8:28 Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Mengapa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu bagi yang mengasihi Dia? Karena Dia ingin mengubah mereka menjadi serupa Kristus. Menjadi seperti Yesus Kristus menjadi tujuan utama, bukan sekedar diberkati atau berkarunia-karunia.
Sekarang terjawablah sebuah pertanyaan yang selama ini tidak terjawab.
90% OTAK MANUSIA YANG TAK DIPAKAI
Para ilmuwan di seluruh dunia mengakui bahwa sepandai-pandai mereka berfikir mereka sebenarnya hanya memakai 10% saja dari kapasitas pikiran di otak mereka. Einstein yang genius itu juga berkata demikian. Jadi yang 90% kapasitas otak manusia itu menganggur saja sampai mereka mati semua. Mengapa Tuhan menciptakan otak berkapasitas 100% tapi hanya bisa dipakai yang 10% saja? Jawabnya adalah bahwa yang 90% itu Dia yang mau pakai untuk diisi dengan Pikiran-Kristus. Bahkan nantinya bila Anda merindukan kepenuhan Kristus yang sebenarnya, yang 10% itupun akan diganti semuanya oleh Pikiran Dia juga.
Selama ini kapasitas 10% itu dimanfaatkan oleh Buah Pohon Pengetahuan hal Baik dan Jahat, hanya untuk mengetahui hal-hal yang terjadi di alam materi dan hukum-hukum ilmu alam saja. Masih lebih luas lagi alam lain yakni Alam roh yang bermacam-macam daerah dan tingkat-tingkatnya, yang perlu di ketahui oleh semua anak-anak Allah. Selama ini alam roh tak di kerjakan oleh software Protestan itu karena mereka tidak berani berjalan di pimpin oleh Roh Kudus memasuki daerah-daerah baru itu. Pelajaran itu harus diperoleh dengan menanggalkan cara befikir dengan Buah Pohon Pengetahuan hal Baik dan Jahat dan mulai memakan buah Pohon Kehidupan, yakni dengan cara menerima pewahyuan-pewahyuan dari Roh Kudus, Tuhan Yesus dan Allah Bapa kita semua. Dan itulah juga caranya berjalan 100% dipimpin oleh Roh. Semua anak-Allah harus belajar mendengar suara Roh Kudus, Tuhan dan Bapa-Nya
Dengan perlahan dan menanggung semua cela dan ejekan, software baru ini mulai diterima di berbagai jenis gereja di Indonesia dan nanti di seluruh dunia juga.
Bandung, Febuari 25, 2014
Andereas Samudera



Leave A Comment